Penipuan Berkedok Sembako Murah, Agus Dilabrak Puluhan Emak-Emak

Jumat, 1 Mei 2020
Orang tua pelaku (celana biru) bersama pelaku AG saat diinterogasi di kantor Adepas.

PALI, Sumselupdate.com – Waspada penipuan berkedok sembako murah. Jika tidak teliti, maka akan menjadi korban.

Seperti yang dialami oleh Nurlela (54), warga Gang Masjid, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan.

Read More

Alih-alih akan mendapatkan beras satu kampil ukuran 20 kg, telur tiga kilogram, serta minyak, gandum masing-masing satu kilogram, dan setengah dus mi instan dengan modal hanya Rp150 ribu, namun faktanya  hanya isapan jempol semata.

Nurlela menceritakan bahwa pelaku bernama Agus, warga Kelurahan Talang Ubi Timur mengiming-imingi dirinya dan puluhan emak-emak lainnya akan mendapatkan sembako murah dengan hanya memberikan uang Rp150 ribu.

Menurut pelaku seperti dituturkan korban, jika sembako murah itu merupakan bantuan dari Asgianto, ST anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, dari Partai Gerindra.

“Namun ternyata sembako yang diharapkan tidak kunjung datang. Saya sudah memberikan uang tersebut dua hari lalu kalau tidak salah, Agus berkata katanya sembako akan datang kemarin (Kamis –red). Kami tunggu hingga malam hari ternyata tidak ada. Kemudian, kami menghubungi Agus, Ia kembali berdalih hari ini. Melihat gelagat yang mencurigakan saya langsung ke rumah pelaku bersama korban lainnya, dan benar saja pelaku tidak ada di rumah,” ujar Nurlela, Jumat (1/5/2020).

Mendapati Agus tidak ada di rumah dan ternyata ada di kantor DPC Gerindra PALI, Nurlela lalu mendatangi kantor Gerindra itu.

Benar saja, Agus ditemukan sudah diamankan lantaran telah melakukan penipuan dan pencemaran nama baik.

“Langsung saja kami meminta pertanggungjawaban Agus. Meski berlangsung alot pertemuan antara Agus dan emak-emak, akhirnya Agus bersama bapaknya mengembalikan uang emak-emak yang ditipunya dengan dimediasi staf DPC Partai Gerindra PALI. Kalau tidak dikembalikan tadi, kami siap melaporkan Agus ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutur ibu tiga orang anak itu dengan nada kesal.

Sementara itu, Agus mengklaim bahwa bantuan sembako murah itu ada bukan penipuan. Hanya saja, uang yang didapat dari pungutan emak-emak yang ditipunya itu sudah di DP untuk membeli beras. “Uang itu sudah di DP untuk bayar beras. Sabar-sabar dulu,” kilah Agus.

Sementara itu, setelah diusut, ternyata Agus tidak hanya menipu terkait sembako murah saja, melainkan melakukan penipuan dengan berkedok bisa memasukkan orang bekerja di perusahaan lokal, PT Adepas.

Kendati masalah ini sudah diselesaikan oleh orang tua pelaku, namun apa yang dilakukannya mencoreng nama baik Asgianto dan PT Adepas.

Untuk itu, Asgianto saat dihubungi media ini menegaskan bahwa dirinya, atau Partai Gerindra tidak pernah mengambil pungutan uang dari masyarakat untuk sembako murah.

“Waduh pencemaran nama baik itu, dipastikan terlebih dahulu, karena dari semalam ada info seperti itu. Dan saya tegaskan, tidak ada perintah saya atau ketua DPC Gerindra PALI H Alamsyah, SH, untuk melakukan hal itu,” tegas Asgianto, yang dihubungi via WA, Jumat (1/5/2020).

Selain itu, Asgianto mengatakan bahwa pihaknya dan perusahaan Adepas tidak pernah menerima sepeser uang untuk dimasukkan bekerja.

Astagfirullah al Adzim, tidak pernah sepeser pun PT Adepas nerimo upeti nak masuki wong begawe. Kito men nolong murni, nak nolong ngangkat derajat manusio nian. Lah sudah diverbal di kantor Adepas, ini tim sudah lapor ke polisi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula, Asgianto mengimbau kepada warga untuk tidak mudah ditipu dengan alibi sembako murah atau dimasukkan bekerja.

“Ini dampak dari ekonomi yang lemah. Untuk, kepada warga diharapkan agar lebih waspada lagi. Jangan sampai mudah terkecoh. Ada baiknya telusuri lebih dahulu,” pungkasnya. (adj)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts