Jakarta, Sumselupdate.com – Usai bertemu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Pemerintah Provinsi Sumsel mendapat tawaran mengekspor danging sapi.
“Selain sebagai pengekspor beras, Sumsel juga menjadi pengekspor daging sapi dengan kuota 100.000 ton per tahun,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru, Senin (6/1/2020).
Menurut Herman Deru, hal itu merupakan peluang yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena Sumsel memiliki potensi besar di bidang pertanian dan peternakan, sesuai visi misi pemerintahannya. “Untuk ekspor pangan, ini kita ada tambahan lagi dengan pemilihan komoditas seperti jagung dan kedelai,” ujarnya.
Dirinya berharap Menteri Pertanian dapat turut andil dan berperan nyata dalam membantu pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Sumsel, terlebih lagi dengan tekad mengubah sistem pertanian konvensional ke pertanian modern, sebagai salah satu program andalan untuk menekan angka kemiskinan di Sumsel.
Tidak hanya berkonsentrasi pada pertanian sawah, dirinya juga telah fokus dan memusatkan perkebunan kopi di Pagaralam. “Kepada pak Menteri juga kita tadi mohon bantuan agar ada sertifikasi untuk membantu petani kopi. Apalagi dengan adanya kopi jenis baru, kopi Basemah,” paparnya.
Menteri Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya mendukung program yang dilaksanakan Gubernur Herman Deru. “Prinsip, secara kebijakan Kementerian Pertanian siap mendukung pengembangan pertanian dan peternakan di Sumsel”, terangnya.
Sedangkan untuk pengembangan peternakan di mana Sumsel memperoleh penawaran sebagai provinsi pengekspor daging, ia meminta agar Gubernur Herman Deru menyediakan lahan yang lebih besar untuk keperluan pengembangan dan penelitian. “Kita harap strategi pengembangan peternakan dan tanaman pangan di Sumsel bisa berjalan dengan baik,” kata Syahrul Yasin.
Hal lain yang juga harus diperhatikan, dillanjutkan Menteri Syahrul Yasin Limpo adalah pendekatan secara keseluruhan dari hulu ke hilir, juga proses pengolahannya yang bagus, serta ketersediaan pasar yang luas. (rel)











