Kunjungi Keluarga Korban yang Diterkam Harimau di Muaraenim, Ini Perintah Herman Deru ke BKSDA

Selasa, 31 Desember 2019
Gubernur Sumsel mengunjungi anak dan orangtua almarhum Sulistiawati yang meninggal dunia akibat diterkam harimau di Desa Padang Bindu, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muaraenim, Selasa (31/12/2019).

Muaraenim, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru didampingi Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto serta Plt Bupati Muaraenim Juarsah menyempatkan diri singgah ke rumah korban meninggal, akibat diterkam harimau Jumat (27/12) lalu, almarhum Sulistiawati Binti Purwanto (30) di Desa Padang Bindu, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muaraenim.

Kunjungan Gubernur Sumsel ini dalam rangkaian meninjau jembatan Muluk Ulu, Kabupaten Lahat yang putus diterjang banjir, Selasa (31/12/2019) siang,

Read More

Di rumah duka, gubernur bertemu dengan ayah korban, Purwanto yang saat ini merawat anak semata wayang almarhumah Sulistiawati, yakni Reka Wijaya yang berusia 8 tahun.

Di tempat kejadian itu Herman Deru sambil memeluk anak korban, berupaya tetap menenangkan warga yang masih dicekam ketakutan.

Gubernur Sumsel berbincang dengan warga di sela-sela mengunjungi anak dan orangtua almarhum Sulistiawati yang meninggal dunia akibat diterkam harimau di Desa Padang Bindu, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muaraenim, Selasa (31/12/2019).

 

“Saat ini kita sedang menantikan tim dari Kementerian LHK yang didatangkan dari Jambi dan sedang dalam perjalanan ke Muaraenim. Saya sudah meminta tim agar KLHK dan BKSDA menangkap harimau-harimau yang meresahkan warga. Ditangkap saja secara khusus mungkin dengan tembakan bius atau sejenisnya dan dibawa ke kebun binatang atau taman safari. Agar mereka tetap dapat terpelihara dengan baik,” jelas HD saat menyambangi kediaman korban.

Kepada pejabat setempat Herman Deru tak lupa  berpesan untuk tetap menjaga kenyamanan dan keamanan warganya dengan ekstra pasca-kejadian.

“Kemarin sudah saya teruskan ke Menteri agar macan itu ditangkap saja supaya dapat dipelihara tempat lain. Soal apakah harimau ini sama dengan yang sebelumnya kota belum tahu karena kejadian ini jaraknya sangat jauh dengan kejadian-kejadian sebelumnya,” papar HD.

Menurut HD upaya penangkapan itu tak lepas dari keberadaan harimau sebagai hewan yang sangat dilindungi.

Untuk itu sembari menunggu Kementerian melakukan upaya, masyarakat juga dimintanya untul tetap waspada saat beraktivitas.

“Yang tidak kalah penting tentu saja masyarakat harus tetap bersahabat dengan alam. Karena kejadian ini mungkin saja terjadi karena  habitatnya terganggu atau rantai makanannya putus,” tambah HD.

Terkait musibah yang terjadi, HD mengajak seluruh masyarakat Sumsel untuk tidak menjadikan musibah ini sebagai komoditas yang membuat keluarga korban semakin sedih.

Sebaliknya ia meminta masyarakat untuk tetap produktif dan semangat beraktivitas untuk menafkahi keluarga dengan tetap menekankan kewaspadaan.

Dalam kesempatan itu HD juga menampakkan keprihatinannya pada keluarga korban Sulistio.

Saat berbincang beberapa kali HD bahkan sempat terlihat tercekat menahan haru melihat ayah korban yang masih berduka kehilangan anaknya. Di akhir kedatangannya itu HD tampak sempat memberikan bantuan bagi anak korban. (rel)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts