Palembang, Sumselupdate.com – Demi membangkitkan semangat membangun lingkungan serta menjaga kekompakan dan silaturahmi antar warga, Gubernur Sumsel H Herman Deru memastikan Festival Gapura yang digelar menyambut HUT RI Agustus lalu bakal menjadi agenda tahunan Pemprov Sumsel.
Hal itu dikatakan Herman Deru saat menyerahkan piala, piagam dan uang pembinaan kepada para pemenang Lomba Festival Gapura HUT RI ke-74 Tingkat Provinsi Sumsel 2019, di Griya Agung Palembang, Rabu (25/9/2019).
Selain dapat melestarikan tradisi perayaan haru kemerdekaan RI, festival ini dinilainya sangat pas dijadikan momen untuk menciptakan sebuah gerakan yang mengusung nikai cinta lingkungan.
“Manfaatnya banyak bisa juga menciotakan kebanggaan terhadap budaya dan kearifan lokal Sumsel. Kemudian dengan Festival ini bisa juga mempererat persaudaraab, menjaga nilai gotong royong antar warga bahkan menjaga persatyab melalui karya seni,” jelasnya.
Lebih jauh dikatakannya, Festival Gapura ini merupakan yang pertama diselenggarakan Pemprov Sumsel. Hal ini tak lain merupakan sebuah kecintaan masyarakat untuk kampung dan negara mereka sendiri.
“Saya sangat bangga karena event ini siikuti oleh peserta dari segenap lapisan masyarakat se Sumsel. Semua bangunan gapuranya sangat bagus, kreatif dan inovatif. Saya sangat mengapresiasi semua peserta lomba dan kita akan siapkan piala bergilir agar festival ini menjadi agenda tahunan,” jelasnya.
Sementara itu Plt Kadiskominfo Sumsel Ahmad Rizwan mengatakan festival kali ini diikuti semua kalangan dari RT,RW, Desa, Kelurahan, Organisasi Masyarajat, Dinas/instansi serta komunitas se Sumsel. Terdata ada 76 gapura ambil bagian dari 17 kab/kota se Sumsel.
Peserta ini menurutnya dibagi 2 zona. Zona I yakni Kab OI, OKI, Muara Enim, PALI, Lahat, 4 Lawang, OKU Timur, OKU Selatan, OKU, Prabumulih dan Pagar Alam. Kemudian Zona II meliputi Kota Palembang, Lubuk Linggau, Muratara, Musi Rawas, Banyuasin dan Muba.
“Gapura ini melalaui penilaian khusus meliputi relevansi tema, orisinalitas ide, nilai seni, estetika, semangat kegotongroyongan dan kebersamaan. Dimana waktu pelaksanaannya dilakukan 29 Juli sampai 30 Agustus,” jelasnya. (rel)











