Martapura, sumselupdate.com – Dalam rangka rilis angka inflasi daerah, Pemkab OKU Timur gelar rapat koordinasi (Rakor). Rakor tersebut berlangsung di ruang Bina Praja ll, Jumat (9/8/2019).
Rakor tersebut dibuka langsung oleh Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, SSos, MSi, dan dihadiri oleh Sekretaris Direktur Bank Indonesia, BPS, beserta unsur Forkompinda Kabupaten OKU Timur.
Dalam Rakor ini disampaikan penyebab inflasi di Indonesia secara umumnya dan berkurangnya suplai barang bisa disebabkan oleh beberapa factor seperti cuaca atau pengaruh lainnya.
Di samping itu pula, untuk inflasi di OKU Timur cakupannya di 2 pasar tradisional, yaitu pasar tradisional Martapura dan pasar tradisional Gumawang.
Sementara Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, SSos, MSi, menyampaikan untuk laju inflasi di OKU Timur Stabil tidak terlalu tinggi dan tidak pula rendah.
“Pemkab OKUT bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik, karena yang mengolah tinggi rendahnya angka inflasi Indonesia yaitu bank indonesia melalui data dari BPS .
Pemkab OKUT baru saja merilis hasil kerja sama tri wulan pertama 2019, dengan hasil inflasi oku timur terjaga tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, hal seperti ini yang kita harapkan karena daya beli masyarakat dapat terjaga dan produksi pula masih berjalan,” ungkapnya.
Langkah-langkah yang diambil Pemkab OKUT untuk menjaga laju inflasi yaitu, bersinergi dengan daerah sekitar, seperti OKU Timur dengan kabupaten Lampung Barat.
“OKU Timur sebagai penghasil beras, daging ayam, dan lain- lain, sementara kabupaten Lampung Barat penghasil segala jenis sayur-mayur. Ini adalah salah satu cara menjaga laju infalsi, melaui tukar komoditi tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu Sekretaris Direktur Bank Indonesia Wahyu Yuwana H mengatakan inflasi merupakan indikator makro yang penting.
“Inflasi merupakan indikator makro yang penting, selain pertumbuhan ekonomi. Karena bila inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi tinggi, maka pertumbuhannya menjadi tidak berkualitas,” pungkasnya. (mat)











