Jakarta, Sumselupdate.com – Gubernur Sumsel Herman Deru berharap kedepan PT Bukit Asam (Persero) Tbk lebih meningkatkan komunikasi dengan Pemprov sekaligus meningkatkan peran tanggung jawab sosial kemasyarakatan dan lingkungan.
Hal itu dikatakan Deru saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS PTBA) di Jakarta, Kamis (25/4/2019) bersama Bupati Muaraenim Ahmad Yani dan Bupati Lahat Cik Ujang.
“Pemprov Sumsel merupakan salah satu pemegang saham PTBA dengan 106 juta lebih lembar saham atau setara 0,9%. Meski saham kami kecil, saya usulkan agar PTBA meningkatkan komunikasi bersama pemprov, bekerjasama, juga meningkatkan tanggung jawab sosial kemasyarakatan dan lingkungan. Agar jangan sampai muncul praduga yang tidak-tidak, seperti Pemprov Sumsel yang seakan-akan ingin menguasai PTBA,” tegas HD.
Lebih jauh dikatakannya PTBA memang adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan dirinya tidak akan mengubah image tersebut. Namun justru berupaya agar PTBA dapat memberikan sentuhan lokal dan warna daerah serta dapat lebih menyentuh masyarakat.
“Kita tahu PTBA adalah BUMN, dan kami tidak ingin mengubah citra tersebut. Kami berharap agar PTBA dapat lebih memiliki sentuhan lokal dan daerah, juga dapat lebih menyentuh masyarakat melalui program sosialnya. Sekali lagi saya sampaikan kembali, komunikasi antara dua lembaga ini, pemprov Sumsel dan PTBA sudah cukup baik, namun ke depan harus lebih baik lagi sehingga ada keterbukaan dan tidak muncul prasangka,” jelasnya.
Selain itu Gubernur juga memastikan pihaknya tidak pernah mempersulit dalam pemberian izin usaha dan izin prinsip bagi PTBA.
Senada dengan Herman Deru, Bupati Muaraenim Ahmad Yani menyampaikan usulan dan saran kepada PTBA untuk membangun bidang lintasan kereta babaranjang, turut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muaraenim, dan membangun kawasan wisata Muararnim.
“Hampir setiap 15 menit, jalanan di Muaraenim dilalui angkutan batubara yaitu kereta Babaranjang (batubara rangkaian panjang). Bisa dipastikan dengan meningkatnya target produksi batubara oleh PTBA maka setiap menit kereta akan melintas. Kemudian sebagai wilayah ring 1 di mana tambang batubara ada di Muara Enim, kami berharap PT. BA dapat berperan dalam menekan angka kemiskinan di Muara Enim, sebab meskipun sebagai daerah penghasil tambang namun masyarakat Muara Enim tergolong miskin. Ini sesuai dengan target HDMY menuju angka kemiskinan 1 digit,” kata Ahmad Yani.
Dilanjutkan Ahmad Yani, meskipun saham pemerintah Kabupaten Muara Enim lebih kecil dari pemprov Sumsel hanya 0,3%, pihaknya berharap PTBA tetap dapat meningkatkan tanggung jawab sosial kemasyarakatan di Muaraenim.
Menanggapi usulan dan masukan dari Gubernur Herman Deru dan Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan PTBA menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas usulan tersebut.
“Bapak Gubernur dan Bapak Bupati, kami sampaikan terima kasih atas usulannya. Kami pun berterima kasih kepada Gubernur Herman Deru yang selalu mendukung PTBA dalam melakukan perluasan usaha dan produksi. Tentu kami akan membuka komunikasi lebih luas dengan pemprov Sumsel. Begitu pun untuk Muaraenim, tentunya kami PTBA selalu berupaya untuk memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat,” kata Arviyan Arifin.
Sebelumnya, RUPS PTBA dibuka dan dipimpin secara langsung oleh Komisaris Utama Independen PTBA Agus Suhartono yang bertindak sebagai pimpinan rapat.
RUPS PTBA 2018 ini mengulas tentang berbagai hal diantaranya seperti persetujuan laporan tahunan direksi mengenai keadaan jalannya perseroan selama tahun buku 2018, termasuk laporan pelaksanaan tugas, juga laporan tahunan tahun buku 2018 mengenai kinerja operasi dan kinerja keuangan, serta pengembangan hilirisasi batubara. (rel)











