Palembang, Sumselupdate.com – Maraknya aksi pembegalan , perampokan disertai pembunuhan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur membuat pihak Polda Sumsel menerjunkan tim untuk membekuk para pelaku.
“Mudah-mudahan bisa ditekan dan identitas sudah kita ketahui. Kemarin kita kejar belum ada di tempat. Kita lakukan upaya berbagai cara dengan kesadaran dan masyarakat juga memberikan dan meningkatkan kewaspadaan” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Joko Prastowo, Jumat (2/9) usai shalat Jumat.
Menurutnya, kejadian tersebut selalu terjadi di tempat sepi dan daerah sepi. ”Kita terus berupaya,” katanya.
Untuk penambahan personil, menurutnya, sangat kecil karena personil Polri kurang. Namun, akan di back up Polda Sumsel.
Sebelumnya dalam kurun satu minggu, terjadi lima kasus pembegalan di wilayah Kabupaten OKU Timur. Aksi yang dilakukan juga terbilang sadis dan hingga saat ini telah menewaskan dua korban yang seorang bayi 8 bulan dan pria dewasa. Semuanya tewas karena ditembak kawanan begal, sementara korban yang selamat juga tak luput dari penganiayaan.
Diperkirakan, korban aksi begal ini lebih banyak lagi karena jumlah tersebut yang tercatat di kepolisian saja.
Terakhir, aksi perampokan disertai pembunuhan dengan menggunakan senjata api rakitan menimpa korban Samani (23), warga Dusun Sumberasri III, Desa Bumi Saiagung, Kecamatan Bumiagung, Way Kanan Lampung yang hendak menjemput istrinya di Desa Sukaraja, Kecamatan BP Peliung OKU Timur.
Korban tewas seketika, usai dahinya tertembus peluru pelaku begal. Bukan hanya nyawa, sepeda motor milik korban jenis Honda Supra X 125 juga digondol ketiga pelaku.
Melihat aksi sadis pelaku ini, warga di Kabupaten OKU Timur mulai resah karena pelakunya hingga kini belum ada satu pun yang tertangkap. Selain itu, mereka takut berjalan sendirian karena pelaku dalam aksinya menggunakan senjata api.
Beberapa warga yang melihat aksi kejadian di Desa Bumi Siagung langsung mengungkapkan ketakutan mereka terhadap aksi begal setelah melihat sendiri bagaimana korban Samani dibantai pelaku.
“Hampir tiap hari ado begal, ngeri kami jadinya. Bukan warga bae yang kena tembak, polisi jugo kena tembak. Terus terang Pak, kami sekarang resah nian,” kata warga usai melihat jasad korban Samani di lokasi kejadian, Jumat (2/9) siang.
Sementara sebelumnya Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru mengatakan, saat ini semua kasus begal masih dalam penyelidikan. Mereka juga masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Semua kasus masih dalam penyelidikan,” katanya singkat. (ery)











