PALI, Sumselupdate.com – Keberadaan armada bus Damri yang melayani masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sejak 2017 dengan beberapa rute terpaksa dihentikan pihak Damri, lantaran ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan.
Tentu kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena dengan adanya armada Damri, warga dapat bepergian dengan ongkos murah.
“Sangat disayangkan bus Damri tidak ada lagi di PALI, padahal kami sangat terbantu. Karena anak kami yang bekerja sebagai tenaga honorer di Pemkab yang tiap hari menggunakan Damri merasa nyaman. Untuk itu kami harap ada upaya pemerintah agar Damri beroperasi lagi,” pinta Ashar, warga Kecamatan Penukal.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan PALI Slamet Suhartopo mengemukakan bahwa salah satu penyebab dihentikannya operasional bus Damri karena adanya temuan dari pihak Damri yang menyebut ada sopir nakal yang sering keluar jalur trayek yang telah ditentukan.
“Ada beberapa oknum, jadi bukan hanya satu kasus yang ditemukan. Seperti adanya keluar jalur trayek, ada juga alat mobil atau sparepart yang ditukar, ditambah lagi adanya kecelakaan yang merenggut korban jiwa,” ungkap Suhartopo saat dihubungi media ini, Selasa (19/3/2019).
Atas temuan itulah, dikatakan Suhartopo bahwa pihak Damri mengevaluasi seluruh trayek yang ada di Kabupaten PALI.
“Kita berusaha berkoordinasi dengan pihak Damri agar jangan dihentikan, tetapi untuk tahun ini mereka menarik semua armada dan kemungkinan tahun depan beroperasi lagi, namun tergantung hasil evaluasi yang dilakukan pihak Damri,” imbuhnya.
Untuk atasi permasalahan tersebut, karena keberadaan bus Damri sudah dirasakan masyarakat cukup membantu dalam bertransportasi, Suhartopo telah menganggarkan untuk penyediaan armada bus.
“Tahun ini kita utamakan pengadaan bus untuk sekolah sebanyak dua unit. Selanjutnya 2020 kita akan siapkan bus untuk umum,” janjinya. (adj)











