Dinkes PALI Kampanyekan Kusta dan Frambusia

Rabu, 7 November 2018
 Suasana sosialisasi saat pembicara memberikan materi.

PALI, Sumselupdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar pertemuan advokasi, sosialisasi dan pelatihan singkat kegiatan intensifikasi penemuan kasus kusta dan frambusia melalui kampanye eliminasi kusta dan eradikasi frambusia.

Kegiatan ini digelar ruangan Rapat Kantor Bupati Kabupaten PALI, Rabu (7/11/2018). Plt Kepala Dinas Kesehatan PALI Lydwirawan, SKM, mengungkapkan, penyakit kusta merupakan penyakit menular. Untuk itu, Dinkes terus meningkatkan usaha untuk menemukan dan mengatasi kasus kusta dan frambusia Kabupaten PALI hingga ke Desa-Desa.

“Kampanye kusta dan eradikasi frambusia ini adalah suatu sarana untuk mengatasi masalah sosial di masyarakat dengan kecacatan yang ditimbulkan dan diharapkan bisa memutus mata rantai penularan, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Kami harap semua yang sudah diundang bisa memberikan peran aktif agar program ini berjalan dengan baik,” jelasnya.

Untuk saat ini, yang sudah terdata di Dinkes PALI, untuk penyakit kusta dan frambusia di Kabupaten PALI ini ada 11. Tepatnya di Kecamatan Tanah Abang orang yang terkena penyakit kusta.

“Dan untuk penyakit frambusia belum kami temukan, tetapi kami tetap lakukan pemantauan. Langkah awal yang dilakukan untuk menangani penyakit Kusta ini dilakukan tindakan untuk memberi obat secara rutin dan kami akan tetus mengontrolnya,” tambahnya.

Sementara itu Seketaris Daerah (Sekda) PALI Syahron Nazil, SH, menghimbau kepada masyarakat kabupaten PALI, agar bisa membudayakan pola hidup sehat, seperti mandi pakai sabun dalam sehari dua kali, dan pakaian harus diganti setiap harinya agar terhindar dari berbagai macam penyakit salah satunya kusta dan lainnya.

“Apabila sudah terkena penyakit kusta ini akan mengakibatkan kecacatan organ tubuh, dan ada tiga dampak dari penyakit ini, yang pastinya penghasilan ekonomi akan berkurang karena aktivitas menurun. Dampak lainnya adalah akan dijauhi karena penyakit itu menular serta akan dikucilkan,” jelasnya.

Pada kegiatan itu, Dinkes PALI mengundang dua narasumber yakni dr Afrimelda Iswandi dari Kemenkes RI Direktorat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Langsung, dan dari Mulyani, SKM, Mkes, dari Dinkes Provinsi Sumatera Selatan. (adj) 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts