Pengendara Pick Up Serang Mapolres Muba, Satu Polisi Terluka

Minggu, 21 Oktober 2018
Pelaku diamankan petugas.

Sekayu, Sumselupdate.com – Arison (40) warga Dusun I, Desa Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, Musi Banyuasin terpaksa diamankan di Polres Muba karena melukai seorang petugas dengan menggunakan sebilah badik, Minggu (21/10/2018). Akibat kejadian ini Brigadir Marwan Hidayatullah, anggota Satuan Intelkam Polres Muba mengalami luka robek di jari tangan kanannya setelah terkena sabetan senjata tajam pelaku.

Kejadian berawal saat pelaku yang mengendarai Suzuki Carry jenis pick up BG 9833 BA warna hitam dihentikan petugas jaga saat hendak masuk halaman Polres Muba. Saat itu Arison mengaku ingin melaksanakan shalat di Masjid Al Muntaha Polres Muba.

Read More

Lalu petugas meminta identitas pelaku saat berada di pos penjagaan. Ditanya soal KTP, Arison yang memarkirkan mobil di samping mobil Provost tak kunjung keluar dari mobil. Merasa ada kejanggalan, petugas piket Bripka Eko Prasetyo menanyakan keperluan. Lalu petugas mengarahkan Arison untuk kembali ke pos penjagaan dan bertemu Ipda Sumarwan.

Namun tiba-tiba Arison mengeluarkan pisau dan hal itu membuat petugas langsung menjauhi tersangka. Melihat aksi pelaku, Brigadir Marwan berupaya merebut badik yang dipegang pelaku dari arah belakang. Saat perebutan pisau, Brigadir Marwan terkena sabetan senjata tajam pelaku. Namun sebelum bertindak lebih jauh, pelaku diamankan petugas.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti melalui Kasat Reskrim AKP Kemas M Syawaluddin mengatakan, sejauh ini pihaknya masih belum mengetahui motif pelaku melakukan penyerangan. Pihaknya  kesulitan memintai keterangan pelaku karena pelaku berbicara ngelantur dan beberapa kali tak sadarkan diri. “Pelaku kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, untuk di tes kejiwaan,” katanya.

Sementara itu Tini, istri pelaku menuturkan, selama ini suaminya tak pernah bertingkah laku aneh. Meski selama ini suaminya merasa tak tenang karena diganggu bisikan setan. Maka itulah, suaminya melakukan rukyah kepada M Anshori Ahmad, yang masih keluarganya di Kota Sekayu. “Dari rukyah itulah suami saya mulai bertingkah aneh dan mengamuk di rumah,” tuturnya.

Hari itu dirinya melanjutkan, suaminya pergi dari rumah dalam kondisi tak stabil dan terakhir dapat kabar jika suaminya menyerang polisi. (est)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts