Baturaja, sumselupdate.com – Kecelakaan di jalur rel lagi-lagi terjadi di wilayah OKU. Kejadian nahas tersebut menimpa seorang yang belum diketahui identitasnya pria paruh baya berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan warga di jalur rel dengan kondisi mengenaskan bagian kepala dan badan terpisah diduga tertabrak kereta api, Jumat (24/8/2018).
Kapolsek Peninjauan AKP Rachmat Haji saat dihubungi wartawan membenarkan kejadian kejadian tersebut sekira pukul 03.30 Wib di Km 261+3/4 Baturaja Lubuk Rukam Peninjauan telah diduga di tabrak Kereta Api Limek Sriwijaya 2 S2D tujuan Tanjung Karang – Kertapati.
“Mayat tersebut ditemukan sekira pukul 04.30 Wib oleh Kares JJ Ariyadi bersama PS Kanit Binmas Polsek Peninjauan Bripka Victor Leonidas yang saat itu sedang melaksanakan pengecekan jalur rel Kereta dikarenakan ada Laporan dari Masinis Kereta Api Limek Sriwijaya 2 S2D Tanjung Karang Kertapati,” kata Kapolsek.
Lanjut Kapolsek, sebelumnya korban saat itu sedang melintasi jalur rel Kereta Stasiun Durian dan telah diperingati oleh Petugas Stasiun agar tidak berjalan di Rel Kereta, namun Peringatan tersebut tidak diindahkan oleh korban sambil memukul mukul botol air mineral.
Tak lama kemudian sekira pukul 04.50 Wib masinis langsung menghubungi petugas lapangan bahwa ada seseorang telah di tabrak Kereta Api Limek Sriwijaya 2 S2D Tanjung Karang Kertapati.
“Petugas tersebut menghubungi Piket SPKT Polsek Peninjauan dan petugas piket langsung mendatangi TKP bersama Dokter dan Petugas Jaga Puskesmas Peninjauan untuk mendatangi TKP,” terang Kapolsek.
Lebih jauh Kapolsek menjelaskan, saat ditemukan kodisi mayat dalam keadaan kepala pecah (hancur-red), kedua tangan patah dan kedua kaki terputus dan bagian tubuh lainnya berserakan di sekitar TKP.
Kemudian Dokter dan Petugas Puskesmas dibantu oleh Petugas Stasiun mengevakuasi mayat tersebut dan langsung di bawa Puskesmas Peninjauan untuk dilakukan Tindakan selanjutnya.
“Karena mayat tersebut tanpa identitas, pihak Puskesmas menyarankan agar mayat tersebut dibawa ke RS Ibnu Sutowo untuk dilakukan tindakan selanjutnya di karenakan mayat tersebut tidak ada Identitas dan peralatan di Pukesmas sangat terbatas,” kata Rachmat Haji.
Sementara itu, Kepala UPTD Pukesmas Peninjauan dr Atri membenarkan pihaknya tidak memiliki peralatan dan sarana untuk melakukan tindakan.
“Berhubung sarana kita tidak cukup dan lagi belum di ketahui identitas korban, maka mayat tersebut kita kirim ke RSUD Ibnu Soetowo,” kata dr Atri didampingi dr HM Hasyir.
dr HM Hasyir menambahkan, Puskesmas juga belum memiliki kamar mayat tempat penyimpanan, “Dikhawatirkan sampai dua tiga hari mayat tersebut belum di ambil keluarga korban, dan lagi Puskesmas tidak ada kantong mayat, saat ini mayat korban sudah diantar ke RSUD Ibnu Soetowo,” pungkas dr Hasyir. (wid)











