Baturaja, Sumselupdate.com — Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengungkapkan, pada 2018 ini pihaknya mendapatkan bantuan bibit jagung sebanyak 4.515 hektare yang berasal dari pusat dan APBD di daerah itu.
“Rinciannya kita dapat bantuan bibit jagung dari pusat sebanyak 4.440 hektare dan APBD OKU 75 hektare. Jika dihitung perkilogram, jumlah bibit jagung yang kita dapat itu sekitar 15 kilogram perhektare,” ungkap Kepala Distan OKU, Ir Joni Saihu didampingi Kasi Pupuk Pestisida dan Alsintan, H Hendarko, Minggu (19/8).
Selain bibit jagung kata Joni, pihaknya tahun ini juga mendapatkan bantuan bibit padi sawah sebanyak 500 hektare dari APBN dan 300 hektare dari APBD OKU. Lalu bantuan bibit padi ladang sebanyak 825 hektare dari pusat.
“Jika dihitung perkilogram, jumlah bibit padi yang kita terima itu sekitar 25 kilogram perhektare. Jadi tinggal dikalikan saja dengan jumlah luas lahan yang akan menerima bantuan tersebut,” tegasnya.
Joni menjelaskan, seluruh bantuan bibit jagung dan padi tersebut saat ini sudah diberikan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gakoptan) yang ada di tujuh kecamatan di OKU, yakni Pengadonan, Semidang Aji, Ulu Ogan, Muara Jaya, Peninjauan, Kedaton Peninjauan Raya dan Baturaja Timur.
“Kita berharap dengan adanya bantuan ini target OKU bisa menghasilkan gabah kering giling (GKB) sebanyak 75 ribu ton pada 2018 ini bisa terealisasi, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga tidak perlu lagi membeli beras dari daerah lain,” tegasnya.
Selain itu kata Joni menambahkan, pihaknya juga berharap dengan adanya bantuan bibit jagung tersebut bisa mendongkrak produksi jagung di OKU. “Kedepan kita berharap OKU selain bisa memenuhi kebutuhan berasnya sendiri, juga mampu menjadi salah satu daerah sentra produksi jagung,” pungkasnya. (wid)











