Dianggap Tak Normal, Polda Sumsel Selidiki Kenaikan Harga Daging Ayam

Selasa, 22 Mei 2018
Ilustrasi Ayam Tabrak

Palembang, Sumselupdate.com – Polda Sumsel mulai menyelidiki harga daging ayam yang melonjak drastis beberapa hari ini. Dari harga Rp24.000 di peternak, meningkat drastis menjadi Rp42.000 di pedagang tentu tidak wajar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Zulkarnain mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan kejanggalan yang menyebabkan harga ayam potong bisa naik sangat drastis.

Read More

“Kami sudah meminta keterangan kepada Asosiasi Peternak Ayam, dalam keterangan mereka bila harga yang dijual senilai Rp24 ribu per kg. Berarti, disini ada permainan bila dari asosiasi menjual Rp 24 ribu per kg,” ujarnya, Senin (21/5/2018).

Adanya permainan kenaikan harga ayam potong di pasaran, diduga sengaja dilakukan. Ini kemungkinan dilakukan pengepul hingga ke pedagang. Karena, bila kenaikan dilakukan mulai dari asosiasi bisa terlihat. Namun, ini permainan harga sepertinya dilakukan mulai dari pengepul hingga ke pedagang.

Kenaikan harga ayam potong sengaja dilakukan lantaran banyaknya masyarakat yang akan mengkonsumsi ayam saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Situasi inilah yang dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menaikan harga ayam potong sampai Rp 42.000 per kilogram.

“Kalau sudah naik, pasti sulit untuk turun lagi. Makanya kami mengambil langkah untuk melakukan penyelidikan, karena kenaikan harga ini sangat memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ketika disinggung mengenai adanya kecurangan yang dilakukan pedagang buah saat ramadan untuk mengambil keuntungan dengan berbuat curang.

Terlebih kata dia,dengan adanya laporan ini pihaknya akan menerjunkan anggota untuk melakukan penyelidikan. Sehingga, masyarakat tidak dirugikan.

“Kalau ada laporan seperti itu, akan dilakukan penyelidikan. Karena memang, ada pedagang yang curang menjual buah dagangannya untuk mengambil keuntungan. Misalnya semangka di suntik pakai air biar timbangan berat, itu juga akan diselidiki,” katanya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts