Sekayu, Sumselupdate.com – Plt Bupati Muba Beni Hernedi menyebutkan bahwa Sebagian besar konflik yang terjadi di Muba ini adalah permasalahan agraria antara masyarakat dengan perusahaan dan negara yang harus segera kita selesaikan.
“Sebagian besar konflik yang terjadi di Muba ini permasalahan agraria antara masyarakat dengan perusahaan dan negara yang harus segera kita selesaikan,” jelasnya, saat bersilaturahmi di halaman Polsek Bayung Lencir, Kamis (26/4/2018).
Dijelaskan lebih lanjut, Beni mengajak unsur Pemerintahan Kecamatan/Desa, tokoh-tokoh masyarakat dan pimpinan perusahaan di kecamatan Bayung Lencir dan Tungkal Jaya untuk menciptakan suasana Muba yang kondusif dan tidak mudah terprovokasi hal-hal yang menjerumus ke fitnah.
Masyarakat Muba jangan mudah percaya dan terpancing pada konten yang disebarkan di media sosial, diharapkan jangan hanya membaca judul pastikan dulu kebenarannya baru membagikan. “Kecanggihan teknologi punya banyak manfaat positif, namun ada juga dampak negatifnya yang harus diwaspadai terutama konten mengandung berita hoax, porno, dan sebagainya,” tambahnya.
Beni juga menegaskan Pemkab Muba akan mensupport penuh polres Muba menjalankan tugasnya dalam rangka mewujudkan keamanan, ketentraman dan kenyamanan di Muba. Serta menghimbau perusahaan yang ada permasalahan harap menghadirkan perwakilan yang bisa mengambil keputusan.
Disamping itu juga Beni menjelaskan bahwa mulai tanggal 01 Juli 2019 resmi memberlakukan Peraturan Daerah tentang pesta malam yang mengatur tidak boleh dilaksanakan malam hari karena menjadi tempat peredaran dan penyalahgunaan Narkotika serta obat-obatan terlarang, penggunaan minuman keras, prostitusi serta tindak kejahatan lainnya. (est)











