Soal Laporan FMRLB Terhadap PT TeL, Tim Investasi Pemkab Tak Temukan Pelanggaran

Kamis, 12 April 2018

Muaraenim, Sumselupdate.com — Pemkab Muaraenim menggelar rapat mediasi tindak lanjut demo yang diadakan Forum Masyarakat Rambang Lematang Bersatu (FMRLB) terhadap PT Tanjungenim Lestari (PT TeL) 29 Maret 2018 lalu, di Ruang Rapat Serasan Sekundang, Rabu (11/4).

Pada rapat itu, Asisten I meminta masing-masing OPD menyampaikan hasil investigasi terkait laporan dan tuntutan yang disampaikan oleh FMRLB.

Read More

Kepala DLH Muaraenim, Kurmin menyampaikan, pihaknya telah melakukan investigasi 5 April lalu mengenai pipa pembuangan limbah PT TeL yang dibuang ke Sungai Lematang secara diam-diam.

“Dari hasil verifikasi lapangan, tim DLH Muaraenim tidak menemukan pipa pembuangan yang dimaksud, karena tingginya debit air,” ujarnya.

Meski demikian, lanjutnya, berdasarkan dokumen AMDAL, PT TeL memang memiliki pipa buangan ke Sungai Lematang. Namun pipa tersebut merupakan aliran air dari IPAL yang telah memenuhi baku mutu.

Sementara mengenai keluhan bau, lanjut Kurmin, pihaknya juga melakukan verifikasi di beberapa desa dan melakukan wawancara terhadap masyarakat dan kadus. Bau tersebut, ungkap masyarakat memang ada pada saat musim hujan.

“Namun dari hasil uji yang telah kita lakukan bekerjasama dengan Laboratorium DLH Sumsel, di desa-desa yang kita verifikasinya bau tersebut masih dalam baku mutu,” tambahnya.

Kepala Disnakertrans, Ali Rachman mengatakan, Disnakertrans telah melakukan investigasi terkait rekrutmen tenaga kerja di PT TeL pada 2 April lalu bersama pengawas ketenagakerjaan Diskaker Sumsel.

Dari hasil investigasi, ungkap Ali, tim tidak menemukan rekrutmen 41 orang yang dianggap tenaga kerja siluman. Sementara mengenai tender proyek untuk pengusha loka, PT TeL melakukan lelang melalui e-Procurement.

“Terlepas dari hasil temuan itu, Disnaker telah menginformasikan secara berulang kepada setiap perusahaan, jika ada pembukaan lowongan kerja harap menginformasikan Disnaker. Ini untuk me-match kan antara pencari kerja dan lowongan pekerjaan yang ada,” imbuhnya.

Mengenai CSR, Lizma, perwakilan dari Bappeda Muaraenim mengungkapkan timnya telah melakukan investigasi pada 5 April lalu. PT TeL ujar Lizma telah melakukan program CSR meliputi kegiatan keagamaan, penyediaan hewan kurban, tabligh akbar, bea siswa pendidikan, serta penyediaan bahan bangunan untuk pembangunan rumah ibadah, sekolah dan fasilitas umum.

“Dari hasil survey terhadap aparat desa Muara Niru, Kades Kahuripan, pemeintah desa Lubuk Raman serta Guru SD menyatakan bahwa program CSR yang dilaksanakan PT TeL telah cukup dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Namun dirinya berharap, PT TeL tidak hanya melaksanaknCSR berdasarkan proposal yang disampaikan masyarakat saja. Namun bisa mengambil program yang telah dirancang Pemkab Muaraenim pada RKPD Non-APBD.

“Karena RKPD Non-APBD disusun berdasarkan hasil musyawarah ditingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Namun karena tidak dapat dibiayai APBD sehingga ditawakan kepada dunia usaha,” tambah Lizma.

Terkait masalah angkutan kayu (logging), investigasi dilakukan oleh Dinas Perhubungan Muaraenim. Kepala Dishub, Riswandar mengungkapkan, dari hasil investigasi pada 8 April kemarin, pihaknya menemukan fakta jika memang ada angkutan kayu yang melintas di siang hari.

Hasil investigasi juga, kata Riswan, diketahui sebagian dari angkutan khusus logging yang beroperasi sudah habis dispensasi angkutan dari Gubernur Sumsel.

Namun dirinya mengatakan, jika PT TeL hanya menerima kayu, tidak melakukan pengangkutan kayu sendiri, melainkan melalui transportir.

“Untuk itu, kita telah memanggil pihak transportir dan mereka akan mematuhi ketentuan yang berlaku dalam pengangkutan kayu PT TeL. Serta diberi batas waktu hingga akhir April 2018,” ungkap Riswandar.

Sementara itu, Usman Firiansyah ketua FMRLB mengatakan, jika pihaknya tidak dapat menerima hasil investigasi yang dilakukan oleh Pemkab Muaraenim.

Karena tidak melibatkan pihaknya dalam investigasi tersebut. “Karena sebagian besar dari hasil tim ini kami pertanyakan, karena sangat jauh,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya meminta Pemkab untuk melakukan investigasi ulang dan menggandeng pihak independen.

Kabag Ops Polres Muaraenim Kompol Irwan Andeta dalam penyampaiannya mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkab Muaraenim yang langsung menurunkan tim untuk investasi laporan masyarakat.

Dirinya pun optimis jika semua masalah dapat diselesaikan. “Kita tidak mencari siapa salah, siapa benar. Tapi kita mencari solusi,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan, jika memang masyarakat tidak puas dengan hasil investasi Pemkab Muaraenim, maka diharapkan dapat dilakukan investasi ulang dengan melibatkan semua pihak.

“Kami dari Polres akan bekerja secara objektif dalam penyelidikan. Kita juga mengharapkan masyarakat dapat memberikan data-data yang dimiliki. Jangan disimpan. Data-data itu akan kita lidik untuk dipastikan ada tidaknya penyimpangan. Jika ada ya kita lanjutkan,” ujar Irwan.

Perwakilan manajemen PT TeL, Amrozi menyampaikan pihaknya optimis semua masalah dapat diselesaikan dengan baik. “Saya optimis, jika semua masalah dapat diselesaikan dengan baik. Kami akan mematuhi semua peraturan yang ada,” pungkas Amrozi singkat.

Assisten I Muaraeim Teguh Jaya mengatakan, Pemkab Muaraenim hanya sebagai fasilitator, untuk memastikan permasalahan tersebut dapat diselesaikan tanpa mengurangi aturan yang berlaku.

Dirinya pun menyepakati untuk melakukan peninjauan ulang dengan melibatkan semua unsur. “Untuk itu, kita bentuk tim terpadu yang melibatkan semua unsur. Bila perlu kita membentuk tim independen, agar tidak ada saling curiga,” pungkasnya. (azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts