DLH Sumsel Langsung Cek Kondisi Sungai Kiahan yang Diduga Tercemar Limbah Tambang

Kamis, 1 Maret 2018
Kondisi Sungai Kiahan di RT14, Desa Tegal Rejo beberapa waktu lalu.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Usai menerima pengaduan dari masyarakat, tim Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel dikabarkan telah melakukan pengecekan kondisi Sungai Kiahan di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim yang diduga tercemar akibat eksplorasi penambangan oleh PT Bukit Asam, Kamis (1/3/2018).

Informasi yang didapat, Tim DLH Sumsel bersama DLH Muaraenim turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan terkait dugaan pencemaran Sungai Kiahan tersebut. Namun sejauh ini wartawan belum dapat mengonfirmasi hasil pengecekan yang telah dilakukan.

Read More

Menurut Dani (40), salah satu wartawan surat kabar harian di Sumsel, bahwa dirinya sempat berhasil menghubungi pejabat DLH Muaraenim, namun saat dikonfirmasi pejabat tersebut terkesan menghindar. “Awalnya masuk saat ditelepon, namun saat ditanya terkait pengecekan terkesan menghindar dengan alasan tidak ada sinyal,” katanya.

Seharusnya, kata Dani, pihak DLH bersikap demikian dan hanya terbuka agar tidak menimbulkan opini publik. “Kenapa seakan-akan takut terekspos oleh wartawan. “Kami hanya ingin tahu bagaimana proses mereka melakukan pengecekan lapangan,” jelasnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel Drs H Edward Candra, MH mengaku, segera menurunkan tim untuk memastikan dugaan pencemaran sungai tersebut. “Kita memang telah mendegar keluhan masyarakat mengenai dugaan pencemaran di aliran sungai dimaksud, oleh karenanya kita akan dalami,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (28/2).

Menurut Edward, kalau memang ada dugaan semacam ini, dia mempersilahkan warga membuat laporan dan nanti melalui tim Dinas Lingkungan Hidup Sumsel akan melakukan pemamntauan sesuai prosedur yang sudah ada. “Silakan kalau memang ada dugaan akan kita proses, namun tentu ada mekanisme yang akan kita lakukan, sehingga akurasi yang didapat juga bisa dipertanggunjawabkan,” katanya yang mengaku masih ada tugas di Jakarta.

Sementara itu, Kepala Desa Tegal Rejo Tedi Haryoso mengaku, saat tidak hujan, kualitas ait sungai itu sedikit membaik. Namun menurutnya, tidak mungkin jika kondisi air Sungai Kiahan memburuk karena limbah rumah tangga dan pabrik tahu. “Buruknya kualitas air ini jelas karena limbah tambang,” sambung Tedi.

Dijelaskannya, pemukiman masyarakat sudah ada sejak dahulu. Namun kondisi air sungai tidak seperti saat ini. Aliran Sungai Kiahan, ungkap Tedi bercabang dua, ada yang mengalir dari pemukiman masyarakat dan juga dari daerah tambang Bangko Barat. “Dari aliran itu bisa dilihat sendiri perbedaannya,” tukasnya.

Sedangkan Direktur Produksi PT BA Eko Suryo saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan jika pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah menerima informasi tersebut. “Teman-teman yang berada di bawah sudah saya perintahkan untuk secepatnya melakukan tindakan-tindakan untuk antisipasi kalau memang kejadiannya itu benar,” tegas Eko. (azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts