Baturaja,Sumselupdate.com – Pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengaku masih terkendala dalam mengumpulkan arsip yang ada di OPD/SKPD untuk dijadikan dokumen arsip statis.
Menurut Kabid Pengolahan Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten OKU saat ini tenaga pengolahan arsip yang memiliki latar belakang bidang kearsipan masih sangat minim, bahkan tidak ada.
“Salah satu kendala tenaga ahli tentang kearsipan masih sangat minim. Bahkan di OKU belum ada. Bahkan di Sumsel kalau tidak salah hanya sekitar 20 orang. Sehingga cukup menyulitkan kami dalam upaya pengumpulan arsip-arsip statis,” terang Kodirin, saat dibincangi di ruangan kerjanya.
Disinggung minimnya tenaga lulusan kearsipan yang merupakan cikal bakal tenaga arsip ini, menurut Kodirin, dikarenakan masih rendahnya ketertarikan dan minat masyarakat akan bidang pekerjaan maupun kuliah dibidang kearsipan.
Selain itu diakui Kodorin, pemerintah pusat sendiri, sejak beberapa tahun ini sangat sedikit membuka kran penerimaan CPNS untuk tenaga lulusan kearsipan.
“Sampai saat ini saja, perguruan tinggi negeri yang membuka jurusan kearsipan baru ada dua yakni di Undip dan UGM. Itupun masih berupa setingkat D3, untuk tingkat Strata S1, belum ada,” jelasnya.
Selain belum adanya tenaga arsip di tiap OPD/SKPD, hal lainnya yang menyulitkan pihaknya dalam mengumpulkan arsip statis, dikarenakan arsip-arsip statis yang ada atau dimiliki OPD/SKPD masih dibutuhkan oleh OPD/SKPD yang bersangkutan.
Sehingga pihak pengelola Record Center masih enggan memberikannya ke pihaknya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, untuk dijadikan dokumen atau koleksi arsip statis yang dikelola pihaknya.
“Selain itu kadang kala alasan pihak pengelola Record Center menolak memberikan karena dokumen arsip statis itu bersifat rahasia, jadi mereka berat memberikannya,” ungkap Kodirin.
Namun sambung Kodirin, untuk mengatasi persoalan ini, dirinya selaku pihak yang membawahi para pengelola Record Center, terus melakukan jemput bola ke OPD/SKPD dalam upaya memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang pengelola arsip, termasuk kegunaan arsip statis yang ada dikelola pihaknya. (wid)











