PALI, Sumselupdate.com – Setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumsel, Bupati PALI H. Heri Amalindo resmi dilantik di Ballroom Sriwijaya, Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (29/12).
Dalam kesempatan itu, Heri Amalindo dilantik oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Jend. TNI (Purn) Dr. Moeldoko disaksikan Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin.
Kemudian Sekretaris DPN HKTI Mayjen (Purn) Budi, Ketua HKTI Demisioner Iskandar Samuel dan Mularis Djahri serta 17 Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) HKTI di Provinsi Sumatera Selatan.
Diwawancarai Sumselupdate.com, Heri Amalindo mengungkapkan bahwa pelantikan bersama kepengurusan HKTI bukan hanya euforia semata. Tetapi, bagi dirinya ada sebuah amanah yang cukup besar menanti dirinya dan seluruh anggota HKTI di seluruh kabupaten di Provinsi Sumsel.
“Hari ini bukan euforia kita, tapi ini adalah awal bagi kita untuk bisa menghadirkan kesehjateraan dan kemakmuran bagi para petani di Sumsel. Tentu, dengan niat yang baik Allah SWT akan memudahkan jalan bagi kita semua,” ucap Heri di atas podium dalam sambutannya.
Ditambahkannya bahwa HKTI tidak memiliki anggaran, tetapi hanya memiliki semangat untuk bisa mensejahterakan para petani. Pria yang juga tercatat sebagai Sekretaris ICMI Orwil Sumsel itu menilai kondisi petani di Sumsel masih menemui beberapa terkendala seperti harga jual yang anjlok ketika musim panen tiba.
“Banyak masalah dihadapi petani Sumsel, kekurangan pupuk, kemudian harga jual gabah yang anjlok ketika musim panen tiba. Ini yang harus kita carikan solusi bersama,” jelasnya.
“Langkah yang dapat kita lakukan dengan bersinergi dengan DPN HKTI, melakukan inventarisasi apa yang dibutuhkan petani untuk disampaikan ke DPN HKTI. Yang pasti, Jendral aja mau turun ke petani, kenapa kita tidak,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Moeldoko berharap agar HKTI bisa mengakselerasi apa yang ada dalam program HKTI dan bisa bekerjasama dengan Pemda dan membangun sinergi dengan Pemda.
“Selain itu, HKTI harus memberikan solusi kepada petani, sehingga HKTI Bangkit dan Petani Makmur bukan hanya slogan. Tetapi itu sebuah kenyataan yang harus segera direalisasikan,” harap mantan panglima TNI itu. (adj)











