PALI, Sumselupdate.com – Setelah membaca pemberitaan di media massa terkait mundurnya Kabupaten Muaraenim menjadi tuan rumah Pekan Paralympic Provinsi (Perpaprov) I atlet disabilitas yang rencananya digelar selama satu pekan ke depan sejak Kamsi (21/12), membuat National Paralympic Committee (NPC) PALI kecewa.
Kendati dirundung kekecewaan, namun NPC Kabupaten PALI beserta 30 orang official dan atlet disabilitas asal PALI tetap bersemangat untuk mengikuti kejuaraan olahraga yang kali pertama digelar di Bumi Sriwijaya itu.
“Kita tetap semangat ikut berpartisipasi dalam kejuaraan Perpaprov di Muaraenim. Apalagi kan, pengurus NPC Provinsi dan dinas terkait provinsi tetap menggelar turnamen itu di Bumi Serasan Sekundang, meski tanpa dukungan Pemkab Muaraenim,” jelas Asrohi, Ketua NPC PALI yang ditemui disela kegiatannya, Jumat (22/12/2017).
Diakuinya bahwa saat ini official dan seluruh atlet disabilitas Kabupaten PALI sudah berada di Kabupaten Muaraenim.
“Seluruh atlet kita sudah berada di Muara Enim. Dan sudah menyewa hotel yang ada disana. Kalau benar-benar sampai ditunda atau batal, hitung saja kerugian yang kami alami. Sudah di booking hotel selama satu pekan, transportasi PALI-Muaraenim, belum lagi operasional para atlet dan official. Ditambah seragam atlet,” bebernya.
Mantan Camat Talang Ubi itu pun mengatakan bahwa dirinya hari ini tetap mengikuti meeting dengan seluruh pengurus NPC se-Sumatera Selatan di Muaraenim.
“Kalau dijadwal jam 2 siang ini akan ada meeting. Kita tidak tahu pembahasan detailnya seperti apa. Yang pasti kita datang dahulu, semoga kejuaraan tersebut tetap terselenggara. Karena kami dari PALI siap untuk mengukir prestasi di kancah provinsi,” katanya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Kabupaten Muara Enim secara sepihak membatalkan menjadi tuan rumah Perpaprov I.
Pengurus NPC Sumsel menilai Pemerintah Muaraenim memutuskan sepihak menjadi tuan rumah. Pasalnya, pembatalan tersebut hanya melalui surat edaran dari Bupati Muaraenim kepada Gubernur Sumsel dengan tembusan Kadispora Sumsel, Ketua Umum NPC Sumsel dan Ketua Umum NPC Kabupeten Muaraenim.
“Padahal beberapa kontingen sudah mulai berdatangan untuk melihat tempat tanding, booking penginapan dan keperluan lain,” ujar Ketua Umum NPC Sumsel, Ryan Yohwari, seperti diberitakan sebelumnya.
Lanjut Ryan bahwa hal ini tentu menuai kekecewaan terutama para peserta kontingen. Apalagi, ini merupakan multievent perdana bagi para penyandang disabilitas. Kendati demikian, para kontingen sepakat untuk mandiri dengan segala tantangan yang ada.
“Kalau bukan kurang bukan NPC namanya. Tapi inilah, awalnya memang kami didukung tapi seiring berjalan Muaraenim mundur. Dan kami sepakat tetap melanjutkan dengan hanya meminjam tempat pertandingan saja di Muaraenim,” tegasnya. (adj)











