Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Belanda memberikan penawaran menarik bagi kalangan yang akan melanjutkan pendidikan. Seiring dengan itu, Direktur the Netherlands Education Support Oftice (Nuffic NESO Indonesia), Peter Van Tuijl, mengajak wong Palembang untuk melanjutkan pendidikan di Belanda dengan beasiswa StuNed.
“Beasiswa dari pemerintah Belanda ini ditawarkan khusus bagi waga Indonesia, untuk mendukung kerjasama pemerintah kedua negara. Karena salah satu persyaratannya adalah diterima di universitas Belanda dulu. Silakan mulai mendafar ke universitas tuiuan,” kata Peter dalam acara Holland Scholarship Info Session di Universitas Sriwijaya, Palembang.
Acara yang diikuti mahasiswa dan profesional ini memaparkan informasi tentang kuliah di Belanda dan peluang beasiswanya, terutama program beasiswa StuNed.
Kualitas Pendidikan Kelas Dunia
Lebih lanjut Peter menyatakan bahwa Belanda memiliki deretan universitas dengan kualitas terbaik nomor empat di dunia.
“Salah satu tolak ukurnya, sudah 19 warga Belanda sudah meraih Nobel, yang menunjukan keunggulan Universitas Belanda. Dengan lebih dari 2.100 progam studi internasional berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Ditambah lagi, ada kesempatan bagi alumni Belanda untuk mencari pekerjaan di Belanda sampai dengan tiga tahun satelah lulus”.
Saat ini ada sekitar 1.500 mahasiswa Indonesia dari berbagai tingkatan studi di Belanda. Untuk pendanaan, tidak harus dari biaya sendiri, karena tersedia berbagai beasiswa ke Belanda. Antara lain StuNed atau Singkatan dari Studeren In Nederland, atau diterjemahkan sebagai studi di Belanda, merupakan beasiswa penuh yang membiayai seluruh kebutuhan studi.
Koordinator Beasiswa Neso Indy Hardono memaparkan lebih rinci mengenai besiswa ini.
“Saat ini kami sudah memulai membuka pendaftaran untuk program master dan short cours. Yang penting diingat, StuNed adalah studi berbasis prestasi yang berfokus pada keunggulan (Keunggulan Akademik, Jenjang Karir, Penghargaan dan Prestasi penting lain) dan keterkaitan dengan prioritas kerjasama bilateral antar Belanda dan Indonesia.
Adapun keempat area tersebut adalah perdagangan internasional, keuangan, ekonomi, transportasi dan (agro) logistic, infrastruktur, keamanan, penegakan hukum, serta agro pangan dan holtikultura,” jelasnya, Selasa (7/11/2017). (adi)











