Palembang, Sumselupdate.com –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan target produksi 4,8 juta ton gabah kering giling tidak terganggu oleh tertundanya masa tanam yang disebabkan oleh bencana banjir yang terjadi di sejumlah wialayah di Sumsel saat ini.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Erwin Noor Wibowo, Sabtu (25/6) mengungkapkan, banjir yang terjadi pada sejumlah daerah persawahan di Sumsel diperkirakan akan surut pada dua minggu mendatang.
Erwin mengemukakan, sebelumnya genangan air hingga 50 sentimeter yang terjadi di sejumlah daerah sawah lebak dan pasang surut, menyebabkan petani tidak bisa tanam. Namun, dari pantauan terakhir diketahui ketinggian air sudah mulai turun surut hingga di bawah 20 sentimeter.
Menurut Erwin, akibat banjir sawah lebak dangkal yang seharusnya mulai musim tanam sejak bulan Februari lalu terpaksa bergeser hingga bulan Juni. Meski terlambat, Erwin mengaku optimis target produksi tetap dapat tercapai lewat hasil tanam sawah irigasi yang terus panen.
“Harusnya di bulan Februari sawah lebak dangkal sudah tanam, tapi kenyataannya baru dua minggu lalu baru tanam. Memang waktu tanam akan bergeser tapi dari hitungan kita tidak akan mempengaruhi target produksi,” ujar Erwin.
Menurut Erwin, dalam waktu dekat ada sekitar 10.000 hektar sawah di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) yang mulai panen. Pemprov mencatat hingga saat ini luasan sawah yang sudah tanam mencapai 700.000 hektar dari target 1,7 juta hektar sepanjang tahun ini. (adi)











