Baturaja, Sumselupdate.com – Keunikan setiap daerah di Indonesia mulai dari kuliner, adat dan bahasa dan lainnya tak diragukan lagi, bisa membuat setiap orang terkesima.
Kekaguman itupun dirasakan Herdianto, Kepala Rutan Baturaja terhadap jenis-jenis senjata tajam tradisional. Akibatnya Herdianto yang sudah satu tahun lebih memimpin Rutan Baturaja itu mengkoleksi senjata dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketika Sumselupdate.com mencoba menyambangi kantor pria ini, benar saja dia mengoleksi senjata itu. Berbagai koleksi senjata tradisional itu dipajangnya rapi di lemari.
“Ada rencong dari Aceh, badik dari bugis, ada juga keris. Semuanya bergagang dan bersarung bahan kayu,” ucap Herdianto, Selasa (15/8/2017).
Selain senjata tradisional yang dikoleksi kata Herdianto, ia juga mengkoleksi pisau yang dirangkai seperti tongkat komando. Gagangnya terbuat dari kayu di bentuk berkepala naga. Sarungnya berbentuk bulat. Saat diurai, pisau terlihat mengkilau tak berkarat.
“Saya memang hobi mengoleksi senjata tradisional. Hobi ini sudah sejak lama. Senjata tradisonal ini ada yang saya beli, ada yang tuker dengan teman. Ada juga dikasih teman satu angkatan saya,” ceritanya.
Disinggung mengapa ia senang mengoleksi senjata tradisional, kata Herdianto, senjata tradisonal ini bagi dirinya memiliki nilai seni dan budaya. Mulai dari bentuknya sudah indah dan enak dipandang. Seperti halnya rencong dan keris ini. Tidak terlalu besar namun lekuk-lekukan yang ada pada senjatanya sudah sangat sedap dilihat.
“Bukan untuk gagah-gagahan. Bukan pula untuk terselip di pinggang. Ini cuma untuk koleksi dan pajangan saja,” ungkapnya.
Mengenai pisau bergagang kayu berbentuk kepala naga dan sarung bulat bahan kayu, jika digabungkan, persis seperti tongkat komando.
Sebelum menjawab ia tersenyum. Menurutnya tongkat komando itu ia dapat dari sahabatnya. Gagang dan sarung pisau itu berbahan Kayu Stigi.
Ia menceritakan dari informasi yang ia dapat Kayu Stigi ini memiliki khasiat. Satu di antaranya dipercaya menangkal serangan ular. “Meski saya mengetahui informasi itu, khasiatnya belum pernah saya coba. Saya hanya koleksi untuk pajangan dan senang dengan bentuk dan seni budayanya saja”, ujarnya kalem.
Ke depan, ucap Herdianto, dirinya tetap akan mengkoleksi pisau tradisional seluruh Indonesia, ini bagian rasa cintanya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Walaupun, kata dia, terkadang harga setiap pisau itu cukup mahal namun dirinya tak ambil pusing,”Jadi bukan hanya beli tapi bisa tukeran. Kalau hobi, seberapapun harganya mungkin setiap orang tak pedulikan itu karena di sanalah seninya. (Wid)











