London, Sumselupdate.com – Pusat Kota London pada Sabtu (3/6) malam, menjadi lokasi serangan sejumlah peristiwa teror.
Insiden pertama terjadi ketika sebuah kendaraan menabrak pejalan kaki di Jembatan London atau terkenal dengan sebutan London Bridge.
Dikutip dari BBC, Minggu (4/6/2017), mobil van tersebut melaju cukup kencang sekitar 50 km per jam, dan tiba-tiba menabrak ke arah pejalan kaki di trotoar. Akibat insiden ini, sejumlah orang terluka.
Tak lama setelah peristiwa penabrakan itu, polisi London mendapat laporan terjadi insiden penusukan di Borough Market, kawasan yang terkenal dengan restoran dan bar.
Terkait peristiwa tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London melalui situs resminya mengimbau para WNI untuk menjauhi lokasi kejadian.
Kedua lokasi tersebut terkenal sebagai area yang kerap dikunjungi oleh wisatawan asing. Hingga saat ini, pihak KBRI London juga masih memantau status WNI di London Bridge dan Borough Market.
“Sejauh ini belum ada laporan adanya WNI yang menjadi korban. Sekalipun demikian, KBRI tetap memonitor dengan seksama perkembangan kasus ini,” ujar Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI London Gulfan Afero seperti dikutip dari liputan6.com.
Hingga berita ini turun aparat penegak hukum dan unit respons gawat darurat London masih berusaha untuk mengendalikan situasi serta menilai apakah ada aksi teror lanjutan yang akan terjadi.
Setidaknya terdapat 3 korban tewas dan sekitar 20 korban luka atas peristiwa teror di London Bridge dan Borough Market London. Kepolisian juga tengah mendalami kasus yang ‘berpotensi mengandung unsur terorisme’ tersebut. (pto)











