Direkomendasikan Harnojoyo, Fitrianti Mengaku Tak Terlalu Terkejut

Senin, 23 Mei 2016
Fitrianti Agustinda (foto beritasatu.com)

Palembang, Sumselupdate.com –Terkait namanya masuk salah satu dari dua nama yang direkomendasikan Walikota Palembang sebagai Calon Wakil Walikota (Wawako), anggota DPRD Palembang dari fraksi PDIP Fitrianti Agustinda mengaku tidak terlalu terkejut atas rekomendasi tersebut.

Meski demikian, Fitrianti mengaku belum mengetahui secara pasti namanya dipilih Harnojoyo, selain Suhaili (PKS) sebagai calon Wawako Palembang.

Read More

“Kalau dibilang terkejut tidak juga, karena nama saya sering disebut-sebut media, dan yang pasti untuk mengeluarkan dua nama tersebut, Pak Harnojoyo sudah mempertimbangkannya dan pasti ada komunikasi dengan parpol pengusung lainnya,” kata Fitrianti.

Fitrianti mengaku, menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan cawawako di DPRD Palembang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada parpol pengusung, dan dapat izin dari DPP PDIP, untuk calon Wawako,” ujarnya.

Pastinya, kata Finda, sapaan akrab Fitrianti, dia sudah mendapatkan restu dari PDIP, partai yang telah membesarkan namanya selama ini.

Ini ditunjukkan dengan SK DPP PDIP nomor:1445/IN/DPP/IV/2016 yang dikeluarkan pada 6 April 2016, dengan ditandatangani atas nama Ketua DPP Idham Samawi dan Sekjen DPP Hasto Kristiyanto, perihal pemberian izin calon Wakil Walikota Palembang.

Dimana dituliskan, menunjuk surat DPP PDIP nomor:942/IN/DPP/X/2015, pada 12 Oktober 2015, perihal penetapan Cawawako Palembang, serta setelah mempelajari dan mencermati dinamika internal maupun eksternal partai, maka DPP PDIP menyampaikan hal-hal sebagai berikut.

“Poin pertama, DPP PDIP memberikan izin kepada Sdri Fitrianti Agustinda untuk dicalonkan sebagai Cawawako. Poin kedua, terkait dengan mekanisme pelaksanaan, DPP PDIP menyerahkan kepada DPD PDIP Sumsel,” katanya.

Sementara itu, Cawawako yang direkomendasikan PDIP Sumsel, Yudha Rinaldi enggan berkomentar terkait namanya tak masuk dalam rekomendasi Walikota Harnojoyo. “Aku no coment, karena ini domain partai bukan aku,” ujar Yudha saat dihubungi via telpon, Senin (23/5).

Menurut Yudha, yang berwenang berkomentar adalah Ketua DPD PDI Perjuangan, HM Giri Ramanda N Kiemas.

“Ini harus ketua dong, ini domainnya ketua. Ketua masih di Jakarta, kalau soal lain aku mau komentar,” tambahnya Yudha.

Terpisah, Cawawako lainnya dari PAN, Yudi F Bram mengatakan, secara pribadi hal tersebut merupakan keputusan politik. Namun, secara kelembagaan, Yudi mengaku kecewa.

“Kalau secara pribadi menang-kalah itu biasa, ini proses politik. Tapi secara kelembagaan, PAN kecewa,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini PAN merupakan partai yang selalu setia dibanding partai pengusung lainnya. Di mana PAN selalu mengawal persoalan yang dirundung pasangan Wako-Wawako Palembang sejak di MK, dan munculnya fatwa MA beberapa waktu lalu serta persoalan interpelasi dari DPRD Palembang.

“Berarti di sini Wako lebih mementingkan kepentingan pribadi dibanding kepentingan partai yang mengusungnya hingga jadi wako sekarang,” ujar Yudi.

Dengan dipilihnya dua nama cawawako yang disetor ke DPRD Palembang, yakni Fitrianti Agustinda dan Suhaili, Yudi merasa pihaknya tidak dihargai lantaran dua calon tersebut tidak mewakil PAN.

“Fitri usulan PKS, Suhaili juga. Apakah mampu pemerintah menjalankan roda pemerintahan dengan dukungan PKS yang cuma tiga kursi.  Kami akan ambil sikap yang berbeda dengan sebelumnya,” tegas Yudi.

Menurutnya, PAN akan segera berkoordinasi dengan DPW dan DPP PAN. Selain itu, selaku Ketua DPD Palembang, dirinya akan tegar dan  menyanggah atas keputusan tersebut.

“Karena di PP 49, bahwa walikota akan mengusung dua nama yang disepakati partai pengusung sehingga dua nama itu hasil rekomendasi partai pengusung. Ini yang akan kami pertanyakan apakah ada skenario yang membuat pertandingan ini tidak fair,” katanya. (ery)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts