Palembang, sumselupdate.com – Sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dan Majelis Nasional Korp Alumni HMI (MN KAHMI) yang bakal menempuh jalur hukum kepada Saut Situmorang atas pernyataannya yang dinilai melecehkan HMI, maka HMI dan KAHMI Kota Palembang akan melakukan aksi moral dan melaporkan Saut Situmorang ke Polda Sumsel, Senin (9/5).
Rencana aksi tersebut disepakati dalam pertemuan yang berlangsung di Sekretariat HMI Cabang Palembang Jalan Radial, Minggu (8/5) malam.
“Kita telah sepakat, besok Senin ratusan kader dan alumni bakal aksi moral yang ditindaklanjuti dengan melaporkan Saut Situmorang ke Polda Sumsel” ujar Ketua HMI Cabang Palembang, Ramdoni. Ditambahkannya, segala persiapan telah dilakukan, termasuk telah menginstruksikan jajaran pengurus cabang, komisariat dan anggota HMI untuk ikut dalam aksi ini.
Sementara Ketua Umum KAHMI Palembang Solehun mengatakan, aksi moral dan pelaporan ini dilakukan demi menjaga nama baik himpunan sekaligus sebagai bentuk gugatan atas pernyataan Saut Situmorang yang telah melecehkan organisasi, yang diakui atau tidak, sudah banyak berjasa bagi kemajuan umat dan bangsa ini.
“Apa yang dilakukan Saut dengan pernyataannya jelas telah mencederai nama baik HMI. Diakui atau tidak, HMI itu telah terbukti peran sertanya dalam membangun umat dan bangsa bahkan banyak juga kader organisasi ini yang komitmen dalam pemberantasan korupsi. Tapi dengan serampangan Saut malah mengidentikkan perkaderan HMI dengan koruptor,” tegas Solehun.
Dalam pertemuan itu juga hadir kuasa hukum HMI yakni Amrullah SH, Dhabi Gumaira SH MH, Firdaus Abdullah SH dan rekan.
“Saya dan rekan advokat lainnya telah menyiapkan materi terkait pasal-pasal laporan. Semua itu akan kita sampaikan ke Polda Sumsel besok,” ungkap Amrullah.
Dipastikan, menurut Koordinator Lapangan M Khalifah Alam, aksi moral dan pelaporan besok akan diikuti oleh banyak kader dan alumni HMI. “Ini sudah banyak yang konfirmasi, besok akan banyak kader dan alumni HMI dari berbagai profesi, mulai dari pengacara, akademisi, politisi, budayawan, dokter dan birokrat yang bergabung dalam gerakan ini” tegasnya. (shn)











