Walah, di OKU untuk Persiapan UNBK, Sekolah Sampai Pinjam Komputer Ke Siswa

Selasa, 21 Februari 2017
Simulasi UNBK di SMAN 2 OKU

Baturaja, Sumselupdate.com – Beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mulai melakukan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Seperti SMAN 2 Desa Batu Raden Kecamatan Lubuk Raja. Namun dalam simulasi ini masih banyak kekurangan yang jadi keluhan para siswa dan pihak sekolah. Mulai dari kekhawatiran padamnya aliran listrik, sampai masih kurangnya peralatan penunjang utama yakni komputer yang akan digunakan para siswa.

Read More

Di SMAN 2 yang notabene jauh dari pusat kota itu, ibaratnya harus memilih dua sisi mata pedang. Di mana untuk melaksanakannya nanti masih banyak hambatan dan kekurangan yang mereka hadapi, sementara untuk menginduk ke sekolah yang ada di kota, pihak sekolah itu mengaku terlalu banyak resiko yang diambil dari para siswa.

“Kami pihak sekolah memang tidak begitu diwajibkan melaksanakan ini. Tapi pihak Disdik Sumsel minta berusaha dulu menyiapkan, selain itu juga faktor alam pun sangat mempengaruhi,” ucap Agus Kepsek SMAN 2, saat dihubungi Sumselupdate.com, Selasa (21/2/2017).

Diungkapkan pihaknya, kata dia, hanya memiliki komputer sebanyak 30 unit sementara kebutuhan saat ujian nanti mencapai 90 unit. Hal ini tentu membuat pihak sekolah memutar otak untuk menyiapkan semua pasilitas penunjang yang belum lengkap.

“Jadi yang utuh kita miliki hanya 30 unit komputer sementara yang ikut UNBK sebanyak 241 siswa jadi masih sangat kurang,” terangnya.

Nah, untuk menyiasati kekurangan itu, pihaknya harus berkoordinasi dengan para dewan guru, orang tua wali siswa guna memenuhi itu. Hasilnya Agus menjelaskan sudah terkumpul sebanyak 81 komputer dan laptop.

“Itu dapat pinjaman dari guru dan wali siswa, setelah kita rapatkan. Insyaallah bisa diatasi walaupun nanti siswa bergantian atau per sesi dibagi,” terang Agus.

Disinggung apakah UNBK ini lebih efektif atau tidak, Agus menjawab simpel saja, jika ujian ini lebih objektif, “Saya kira ini bisa mengajarkan kejujuran lebih, selain itu hasil anak lebih cepat diproses,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakannya, simulasi akan diadakan sebanyak tiga kali menjelang pelaksanaan UNBK pada 10 April mendatang, “Jadi masih banyak waktu kita akan terus sosialisasi. Nanti ketahuan kurangnya di mana. Kita berharap pihak PLN bisa bersinegi,” pungkasnya. (Wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts