Jakarta, Sumselupdate.com – Pada pidato politiknya di hadapan ribuan kader yang mengikuti Rapimnas Partai Demokrat dan Dies Natalis ke-15 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2), Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merasa menjadi korban fitnah di media sosial.
“Sejak Oktober 2016, kita merasakan hempasan angin dan badai terhadap SBY dan Partai Demokrat. Tiba-tiba Demokrat difitnah menggerakan aksi damai 411. Saya pun difitnah mendanai aksi itu,” ujar SBY, seperti dilansir kompas.com, Selasa (7/2).
SBY menilai tuduhan itu selain merendahkan Demokrat, juga menghina masyarakat yang melakukan aksi 4 November 2016 secara spontan dan ikhlas.
Yang lebih parah lagi, menurutnya, adalah soal fitnah yang mengaitkan dirinya dengan rencana pengeboman Istana.
“Yang lebih keterlaluan lagi, muncul pemberitaan di media sosial dan diviralkan ke mana-mana, menuduh saya berada di belakang rencana pengeboman Istana Merdeka,” keluh SBY.
Dia menyesalkan kenapa penyebar berita hoax itu sampai menggunakan sarana informasi publik yang semestinya dalam pengawasan pemerintah.
“Tanpa beban dan jiwa kesatria, penyebar hoax itu menggunakan sarana informasi publik yang semestinya diawasi dan bukan dibiarkan oleh Pemerintah,” lanjut SBY.
Tidak hanya itu, mantan Presiden RI ke-6 tersebut Ia juga mengeluhkan tuduhan terhadap dirinya yang difitnah berada di balik gerakan makar. Ia merasa difitnah seolah hendak merusak negara.Padahal, lanjutnya, partainya tidak pernah setuju dengan adanya upaya makar .
“Terus terang saya merasa terhina dan direndahkan oleh para master mind dan para pembisik tersebut,” tuturnya. (shn)











