83 Jenis Komoditas Pengganggu Tumbuhan Dimusnahkan

alai Karantina Musnahkan 83 Jenis Komoditas tanaman

Surabaya, sumselupdate.com – Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya memusnahkan 83 jenis komoditas tanaman yang tidak sesuai prosedur kesehatan Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (MPOPTK).

Komoditas tanaman tersebut terdiri dari benih padi, benih sayuran, tanaman hias, bunga potong dan palet kayu.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Karantina Pertumbuhan BBKP Surabaya Yusup Patiroy mengatakan, setiap media pembawa OPTK harus melalui prosedur yang benar.

Seperti dilengkapi sertifikat kesehatan melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang sudah ditetapkan. Kemudian diserahkan ke karantina untuk dilakukan tindakan karantina.

“Jadi sebagian besar ini adalah tidak memenuhi persyaratan dan tidak dilengkapai sertifikat kesehatan dari negara asal. Jadi yang kita bakar ini ada 38 item dari 19 negara,” kata Yusuf usai pemusnahan MPOPTK di instalasi karantina Banjarsugihan, Tandes, Surabaya, Senin (4/3/2019).

Negara-negara asal yang dimaksud seperti Belanda, Ceko, Jepang, Kanada, China, Kroasia, Taiwan, Thailand, India, USA, dan Polandia. Menurut Yusup, komoditas tanaman tersebut paling banyak datang dari Negeri Tirai Bambu dan Gajah Putih.

Yusup menambahkan, dari 83 jenis komoditas, 2 di antaranya positif terinfeksi bakteri. Yakni sawi dan kubis yang didatangkan dari Jepang.

“Ada OPTK dari Jepang jenis komiditi sawi dan gubis. PTK jenis bakteri dampaknya ini kan belum ditemukan di Indonesia. Namun bisa menyebabkan kerugian dan kematian. Jadi dengan dimusnahkan ini kita berharap tidak berdampak dan menyebar ke tanaman yang ada di Indonesia,” imbuh Yusup.

Menurut Yusup, BBKP melakukan penahanan terhadap media pembawa OPTK sejak Juni 2018 sampai Januari 2019. Yakni dengan dasar hukum UU No 16 tahun 1992 tentang karantina, hewan, ikan dam tumbuhan, PP nomor 14 tahun 2002 tentang karantina tumbuhan.

“Di mana sesuai Permentan nomor 31 tahun 2018 tidak bisa diberikan perlakuan sehingga harus dimusnahkan,” pungkas Yusup. (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.