Musi Rawas, sumselupdate.com – Sedikitnya 700 peserta yang tergabung dalam 45 tim dari Kabupaten Musi Rawas (Mura), Muratara dan Kota Lubuklinggau berlomba menjadi yang terbaik dalam lomba hadroh tingkat Kabupaten Mura, Senin (2/9/2019).
Kegiatan ini dibuka langsung Bupati Mura, Ir H Hendra Gunawan di halaman masjid Agung Musi Rawas Darussalam Muara Beliti.
Camat Muara Lakitan, Freewan Novio mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka silaturahmi dan merupakan inisiatof dari anak muda di Mura. Tujuannya ingin memberikan kontribusi kepada Pemkab Mura dalam pembangunan moral dan akhlak.
“Peserta yang teregistrasi ada 45 tin dari tiga kab/kota. Rincinya dari Muratara, Kota Lubuklinggau dan Mura dengan total peserta sebanyak 700 orang,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Alasannya tidak memungkinkan satu hari dengan banyaknya peserta.
Sementara itu, Kapolres Mura, AKBP Suhendro, SIK menjelaskan bahwa handroh pertama kali muncul abad ke 6 di Madinah menyambut hijrah Rosul. Kemudian berkembang ke Indonesia pada saat masuknya Islam.
Dalam kesempatan itu juga dia berharap bisa memberikan efek pembelajaran dan kesejukan dalam setiap suasana kedepan sehingga suasana rukun aman dan sejuk dapat terwujud.
Tidak bisa dipungkiri yang paling mendasar dalam pengembangan rasa aman, sama- sama menyadari adalah dari agama. Sehebat apapun penegak hukum tanpa didasari agama yang baik maka keamanan kesejukan dan ketentraman tidak akan terwujud.
“Ini juga merupakan sarana pengembangan keimanan dan ketakwaan untuk meraih barokah dan mencapai keberuntungan di akhirat,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Bupati Mura, Ir H Hendra Gunawan, mengatakan atas nama Pemkab Mura mengucapkan terimakasih atas partisipasinya, yang baru pertama kalinya dilaksanakan yang melibatkan tiga daerah seklaigus yang dulunya satu.
“Sehingga kita masih satu dan saudara, yang harus terus dipupuk sehingga kegiatan apapun bisa berpartisipasi. Sehingga akan menjalin silahturahim antara kita,” ungkap dia.
Dikatakannya walaupun ini yang yang pertama, mudah- mudahan kedepan akan semakin baik.
“Kita ingin menunjukan prestasi hasil di pelatihan dengan unjuk kebolehan dan prestasi yang baik. Alhamdulillah kondisi di Mura ini dalam kondisi yang aman dan damai. Hal ini berkat kerjasama dan bantuan TNI dan Polri,” jelasnya.
Sedangkan untuk juaranya sampai dengan harapan tiga. Untuk juara mendapatkan tropi dan uang pembinaan.
“Ada tambahan bonus untuk 10 juara, dan sampai dengan 20 untuk sumbangan dari OPD terkait,” tegasnya.
Untuk diketahui di Kabupaten Mura sendiri hampir sebagian besar di seluruh desa dan kelurahan sudah memiliki peralatan dan grup hadroh. Hal ini menunjukan bahwa keimanan dan keislaman di Kabupaten Mura terus meningkat. (Ain)











