7 Bulan Beroperasi, Trans Musi Teman Bus Diminta Tambah Trayek

Palembang, Sumselupdate.com – Menjadi Pilot Projek Layanan By The Service  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejak tujuh bulan lalu, Trans Musi Teman Bus yang beroperasional ditiga trayek digratiskan. Muncul permintaan dari masyarakat untuk menambah trayek sehingga kebermanfaatannya lebih terasa.

Tapi, permintaan itu tentunya harus dikaji karena latar belakang dari Keberadaan Teman Bus, yakni ditujukkan untuk menunjang Light Rail Transit (LRT) sebagai moda transportasi utama, di Kota Palembang.

Dimana ada tiga koridor yang dilalui Teman Bus yakni AAL-Dempo, AAL-Asrama Haji, dan Plaju-Jakabaring dengan dukungan 45 bus Trans Musi.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Provinsi Sumsel- Babel, Muhammad Fahmi mengatakan, aturan yang sudah ditetapkan harus dipatuhi oleh Trans Musi Teman bus, jika tidak akan ada denda dari kementerian. Kota Palembang menjadi Pilot Project ini, karena merupakan kota urban transportasi.

“Kita selalu utamakan safety. Jadi dalam berkendara kita minta para driver ini kecepatannya tidak melebihi standar yang ditentukan. Kita harus menciptakan transportasi massal yang aman dan nyaman bagi penumpang,” katanya

Tahun ini, ada usulan penambahan trayek, dan ini akan dievaluasi dulu karena harus terintegrasi dengan LRT bahkan dengan transportasi sungai kedepannya.

Direktur Transmusi Palembang Jaya (TMPJ), Anthony Rais mengatakan, Bus Trans Musi dengan warna Merah Orange itu sampai April ini masih gratis. TMPJ memastikan driver sudah handal dan telah mendapatkan sertifikasi mengemudi dari Kota Palembang dan kementerian.

“Setelah tujuh bulan operasional, tadinya gratis hanya sampai Desember, sekarang diperpanjang hingga April. Nanti untuk tarif pusat yang menentukan,” katanya usai evaluasi dan sertifikasi driver bus By The Service (BTS), Rabu (6/1/2021).

Anthony mengatakan, sesuai dengan ketentuan, bus tidak boleh melanggar aturan seperti diantaranya harus siap operasional, kecepatan tidak boleh di atas 50 Km/ jam, kondisi bus harus bersih, supir tidak boleh mengantuk dan merokok.

“Selain di kantor, kementerian dapat langsung memantau bus yang jalan dari pusat. Selain itu ada juga petugas dari pusat yang ditempatkan di Palembang dimana setiap harinya mengecek kondisi bus,” katanya.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, driver Trans Musi harus mengantongi sertifikat keselamatan, terutama ditargetkan moda transportasi di Palembang ini terintegrasi antara darat dan sungai.

“Kalau semua transportasi umum sudah jalan dengan baik, mulai dari Transmusi, LRT dan transportasi sungai, kita yakin masyarakat akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.