Wisata Kebun Anggur Menjadi Solusi Warga PALI Mengisi Libur Lebaran

Warga saat mengunjungi kebun anggur di Desa Persiapan Jerambah Besi, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Minggu (16/5/2021).

PALI, Sumselupdate.com Meski tidak dibuka untuk berekreasi, akan tetapi akibat minimnya tempat wisata di Bumi Serepat Serasan dan sejumlah tempat rekreasi ditutup, warga pun banyak yang mengunjungi kebun anggur yang ada di Desa Persiapan Jerambah Besi, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sejak hari pertama lebaran hingga pada Minggu (16/5/2021).

Namun agar tidak menimbulkan kerumunan, pemilik kebun membatasi pengunjung serta mewajibkan mematuhi protokol kesehatan dalam menghindari penyebaran Covid-19, yakni harus memakai masker dan mencuci tangan memakai sabun yang telah disiapkan pemilik kebun.

Read More

“Kami bingung harus kemana berlibur karena ada pembatasan di mana-mana. Tapi setelah mendengar ada kebun anggur di wilayah PALI, kami berkunjung kesini karena penasaran dan ingin membuktikan sendiri kabar adanya pohon anggur berbuah di PALI,” ucap Joni, salah satu pengunjung berasal dari Tempirai.

Joni mengaku bahwa setelah mengunjungi kebun anggur, selain dapat menghilangkan stres dan bebas berfoto ria juga mendapat ilmu tentang budidaya anggur.

“Pemilik kebun tidak memungut biaya masuk atau pun parkir. Hanya saja apabila ingin membawa pulang buahnya harus beli atau kalau ingin menanam di rumah, pemilik kebun menyiapkan bibitnya. Kami dapat ilmu cara budidaya anggur. Kami berharap kebun seperti ini bisa dikembangkan dengan dorongan pemerintah agar PALI bisa seperti Bali yang menghasilkan buah anggur dan warga PALI bisa mempunyai agro wisata atau kebun edukasi karena dengan cara budidaya anggur bisa meningkatkan penghasilan warga,” tambahnya.

Sementara itu, Arida pemilik kebun menyatakan membatasi pengunjung karena selain menghindari penyebaran Covid-19 juga kapasitas kebun yang hanya memanfaatkan pekarangan rumah.

“Banyak warga yang menghubungi kami ingin berkunjung ke kebun anggur, tapi banyak yang kami tolak lantaran dikhawatirkan pengunjung membludak. Juga kami takut kalau pengunjung penuh, tanaman kami jadi rusak. Tapi kalau ada yang datang, kami persilahkan masuk secara gratis dengan syarat pakai masker dan antrean masuknya serta tidak sembarangan memetik buah atau daunnya supaya tanaman tidak stres. Kalau memang ingin membawa pulang buah anggur, apabila ada yang masak silahkan petik lalu timbang dan langsung bayar,” terangnya.

Diakui Arida bahwa pengunjung bukan hanya dari PALI, tapi dari kabupaten tetangga juga banyak mendatangi kebun anggur miliknya.

“Ada juga dari Lahat, Tanjung Enim, Prabumulih, Palembang juga Sekayu. Rata-rata dari luar PALI yang datang ke sini ingin belajar budidaya anggur serta memesan bibitnya. Dengan banyaknya warga yang  minat menanam anggur, rencananya akan dikembangkan lagi kabun kami. Karena kami ingin selain menjual buahnya juga sebagai tempat edukasi bagi warga untuk belajar bersama mengembangkan budidaya tanaman anggur,” katanya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.