Wapres Harap Kantor Swasta Perhatikan Seruan Social Distancing

Kamis, 19 Maret 2020
Maruf Amin

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap perusahaan swasta mengikuti seruan pemerintah untuk menjaga jarak atau social distancing untuk mencegah penularan virus corona. Dia berharap kebijakan itu bisa diterapkan oleh perusahaan untuk melakukan pekerjaan dari rumah.

“Yang pertama tentu kita mengharapkan perusahaan-perusahaan itu memperhatikan seruan pemerintah terutama presiden supaya adanya jarak sosial, social distance itu. Sehingga harus dihindari setiap adanya kerumunan-kerumunan, desakan-desakan di kantor maupun di perjalanan,” ujar Ma’ruf di Kantor Wakil Presiden, Jakarta seperti dalam video yang diterima detikcom, Rabu (18/3/2020).

Bacaan Lainnya

Ma’ruf juga meminta Gubernur DKI Jakarta selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam mengambil keputusan soal penanganan Corona seperti kebijakan transportasi.

“Dan yang kedua kita minta di pemerintah daerah, Gubernur, khususnya Gubernur DKI itu melakukan koordinasi-koordinasi dan juga mencegah terjadinya antrian yang antara satu sama lain saling berdekatan ketika menunggu kendaraan itu,” katanya.

Ma’ruf mengatakan saat ini TNI/Polri sudah terjun untuk menerapkan sosial distancing di angkutan umum. Selain itu, Ma’ruf berharap masing-masing pihak dalam melaksanakan seruan itu untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

“Dan sekarang saya mendengar sudah ada langkah-langkah yang dilakukan oleh TNI/Polri untuk menjaga jarak agar mereka yang antri itu tidak terlalu dekat, sebab itu kan berbahaya. Ini juga hal-hal yang harus dikoordinasikan oleh pemerintah daerah Gubernur dan TNI Polri dan semua pihak termasuk juga komunitas, perusahaan dan komunitas lainnya,” tutur dia.

“Ini memang perlu ada kerjasama di antara semua pihak untuk bisa menjaga disiplin masyarakat melaksanakan menjaga jarak masing-masing masyarakat itu,” jelas Ma’ruf.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat Indonesia tetap tenang menghadapi wabah virus Corona. Dia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

“Terakhir, kepada seluruh rakyat Indonesia saya minta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran COVID-19 ini bisa kita hambat dan bisa kita setop,” kata Jokowi melalui video yang disiarkan langsung Sekretariat Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020).

Jokowi meminta warga bekerja hingga beribadah dari rumah masing-masing. Selain itu, dia meminta masyarakat saling tolong di tengah pandemi ini.

“Dengan kondisi saat ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah, inilah saatnya bekerja bersama-sama saling tolong-menolong dan bersatu padu, gotong royong,” tuturnya.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta telah mendapat laporan 220 perusahaan melaksanakan bekerja di rumah atau work from home (WFH). Tindakan itu sesuai dengan imbauan dari Pemprov DKI Jakarta kepada perusahaan-perusahaan.

“Hingga hari ini (18/3/2020) sudah ada 21.589 orang dari 220 perusahaan yang melapor ke Disnaker. Itu (data) yang sudah WFH,” ucap Kepala Disnakertrans dan Energi, Andri Yansah, dalam keterangannya, Rabu (18/3). (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.