Video Pengrebekan di Kamar Hotel Viral, Insan Pers di OKU Selatan Minta Kasus Oknum Camat Diusut Tuntas

Insan pers yang tergabung dalam IWOS mendatangi kantor Inspektorat OKU Selatan menuntut oknum camat Warkuk Ranau Sekatan berinisial FR dijatuhi sanksi berat, Senin (12/4/2021).

Laporan: Alpian Patria Jaya

Muaradua, Sumselupdate.com – Kasus dugaan asusila oknum Camat Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan berinisial FR (50) yang videonya viral saat digrebek di penginapan melati, terus bergulir.

Bacaan Lainnya

Hari ini Senin (12/4/2021), insan pers dari berbagai media baik online, televisi, dan cetak yang tergabung dalam Ikatan Wartawan OKU Selatan (IWOS) berunjukrasa di depan kantor Inspektorat OKU Selatan guna menuntut keadilan terhadap oknum camat tersebut agar diberi sanksi tegas.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial WhatsApp, aparat kepolisian menggerebek oknum camat berinisial FR sedang bersama wanita berambut pirang berinisial H.

Belakangan diketahui jika H bukan istri sah oknum camat tersebut. FR sendiri digrebek di sebuah kamar 525 hotel kelas melati di Sekincau Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Juru bicara IWOS Imroni meminta Pemkab OKU Selatan menindak tegas oknum camat tersebut.

“Dengan viralnya video dugaan perbuatan menyimpang oknum camat tersebut, kami mewakili masyarakat umum atas nama IWOS meminta kepada Pemkab OKU Selatan menjatuhkan sanksi yang seberat beratnya minimal dilengserkan dari jabatannya serta penundaan pangkat kepada oknum camat tersebut. Karena apa yang telah diperbuat oknum tersebut sudah mencoreng nama baik kabupaten OKU Selatan di mata publik,” beber Imroni.

Plat kendaraan dinas diduga diganti saat penggrebekan.

Selanjutnya pula sambung Imroni, ada tiga hal yang menjadi buah bibir menyusul viralnya video dugaan penggrebekan oknum camat tersebut.

Pertama munculnya dugaan tindak asusila, pemalsuan plat kendaraan dinas, dan undang undang darurat dengan membawa celurit.

“Namun datangnya kami kesini menemui Inspektorat adalah menitik beratkan kepada pemalsuan plat nomor kendaraan dinas yang diubah dengan plat palsu untuk melakukan perbuatan menyimpang,” ujar Imroni.

“Kalau untuk bukti kami rasa kami sudah memiliki alat bukti yang cukup, dan meminta pihak Onspektorat menindak tegas dan memberikan sanksi yang seberat beratnya kepada oknum camat tersebut,” jelas Imroni.

Imroni mengatakan, yang membuat mereka kecewa adalah pasca-dipanggilnya oknum camat tersebut oleh inspektorat, oknum camat itu membuat status WhatsApp yang menuliskan ‘Tidak ada pohon kelapa yang tumbang oleh tiupan angin’. “Status ini maksudnya apa,” tanya Imroni.

Sementara itu, Kepala Inspektorat OKU Selatan H Ramin Hamidi, SE, MH didampingi Plt Kepala Inspektur Pembantu Pencegahan Investigasi Edial Ali Sonata dan Ketua Tim Investigasi Asrul Gunani mengaku, sudah mengetahui kasus ini dan pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada oknum camat tersebut.

“Terkait kasus ini kami sudah membentuk Tim Investigasi dan melakukan peemanggilan terhadap oknum camat tersebut untuk mengusutnya. Bahkan tim investigasi kami sudah mengecek ke TKP dan memeriksa hal-hal yang dianggap perlu guna mengumpulkan alat bukti,” kata Kepala Inspektorat.

Insan pers yang tergabung dalam IWOS mendatangi kantor Inspektorat OKU Selatan menuntut oknum camat Warkuk Ranau Sekatan berinisial FR dijatuhi sanksi berat, Senin (12/4/2021).

“Beri kami waktu satu minggu kepada kami untuk mengumpulkn alat bukti, sehingga kami bisa menyampaikan hasil laporan ini kepada Bupati OKU Selatan,” beber Ramin Hamidi.

Pada kesempatan itu, Ramin Hamidi meminta insan pers untuk mengedepankan praduga tidak bersalah terhadap persoalan ini.

“Walau bagaimana pun beliau masih menjadi Camat di Warkuk Ranau Selatan,” jelasnya.

Sementara itu, oknum Camat Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan berinisial FR belum berhasil dihubungi Sumselupdate.com.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler tidak diangkat. Sementara pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp tidak direspon. (**)

 

PDIP

PKB

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.