Tiga ‘Crosser’ Indonesia Tidak Dibebani Target di MXGP 2019, Ini Pesan Gubernur Sumsel

Minggu, 7 Juli 2019
Salah satu crosser beraksi di sirkuit MXGP Indonesia di Kompleks OPI Mall Jakabaring, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Palembang, Sumselupdate.com – Kejuaraan Motocross Grand Prix atau MXGP Indonesia di Kompleks OPI Mall Jakabaring, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung 5-7 Juli 2019, diikuti tiga crosser tuan rumah.

Tiga crosser Indonesia yang ambil bagian yaitu Farhan Hendra dan Aldi Lazaroni (MXGP), serta Delvintor Alfarizi (MX2).

Ketiganya dapat beraksi di MXGP Indonesia di Palembang karena mendapat keistimewaan dengan status wild card.

Tampil di kejuaraan dunia tersebut berstatus wild card, ketiga pembalap tidak diberikan beban dengan target juara. Mereka hanya diberikan kesempatan untuk menimba ilmu dari crosser elit dunia.

Advertisements

Sadar level pembalap tanah air belum mampu menyaingi kemampuan atlet dunia, ketiga crosser diharapkan tampil tanpa beban.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, pun turut berpesan agar crosser Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan mempelajari skill permainan kelas dunia.

Salah satu crosser beraksi di sirkuit MXGP Indonesia di Kompleks OPI Mall Jakabaring, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut orang nomor satu di Sumatera Selatan itu, menjadi crosser bukan hanya sekadar balapan. Paling penting yakni harus memahami keamanan saat sedang bertanding di arena.

“Ada teknik-teknik dalam mngendarai motor itu yang memang harus banyak belajar. Para crosser kita mesti paham bagaimana belajar jumping sambil menikung. Misalnya ‘kan bagaimana tidak menganggu peserta lain,” ujar HD, Minggu (7/7/2019).

Meski secara kualitas masih sangat jauh, namun Herman Deru tetap mengimbau agar para crosser Indonesia tetap bersaing secara sehat tanpa melakukan kesalahan dengan tim lain.

“Yang kita lihat bukan sekedar event, namun ke depan kalau harus ada manfaatnya setelah event berakhir. Kita bisa menilai positif pihak di luar melihat keinginan pemuda berolahraga. Maksudnya, pemuda-pemuda hobi balapan bukan di sirkuit saja, ajak untuk berolahraga di arena,” tandasnya. (tra)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.