Tertunda Hari Ini, Besok Walikota Palembang Divaksin Covid-19 di RSUD Bari

RSUD Bari Palembang telah melakukan persiapan untuk vaksinasi Covid-19.

Palembang, Sumselupdate.com – Lantaran belum menerima Short Message Service (SMS) dari Kemenkes, Walikota Palembang Harnojoyo tidak Divaksin Covid-19 bersamaan Gubernur Sumsel Herman Deru hari ini. Orang nomor satu di Palembang ini, bakal Divaksin Covid-19 besok di Rumah Sakit Bari, Palembang.

Bagi RS Bari, ini menjadi vaksinasi Covid-19 pertama. Ada 15 orang yang menjadi calon penerima vaksin Covid-19 perdana, dengan proses penyuntikan dimulai mulai pukul 09.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama RSUD Palembang Bari dr Makiani mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sarana dan prasarana termasuk empat alur yang akan dilalui setiap calon penerima vaksin. Semua yang divaksin berhubungan langsung dengan pelayanan publik.

“Ada 15 orang diantaranya Walikota Palembang, H Harnojoyo, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira SIK MSI CPHR, perwakilan MUI Kota Palembang, Ketua IDI Kota Palembang, perwakilan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) hingga perwakilan dari perusahaan jasa transportasi online yakni Gojek,” katanya saat melihat persiapan vaksinasi, Kamis (14/1/2021).

Untuk pelaksana vaksinasi akan diketuai oleh dr Suhendri, yang mana sehari-hari sebagai Kepala Instalasi General Check Up juga Ketua Komite Etik dan Hukum RSUD Bari. Didampingi pula Konsultan Alergi dan Imunologi yang juga dokter spesialis di RSUD Bari, dr Masdianto.

“Ada 10 Vaksinator yang bertugas, semuanya telah mendapatkan pembekalan sebelum pelaksanaan vaksinasi,” katanya.

Makiani mengatakan, pelaksanaan vaksinasi hanya dilakukan untuk satu sesi saja, dengan jumlah vaksin yang disiapkan sebanyak 20 vial. Ia pun memastikan bahwa semua yang akan divaksin di RSUD Bari telah mendapatkan notifikasi berupa SMS Blast dari pusat dengan nomor SMS 1.199. Termasuk untuk Walikota Palembang juga telah menerimanya.

“Beliau sudah terima SMS tersebut sehingga besok sudah bisa pelaksanaan vaksin. Soal riwayat penyakit pak Wali Kota jika sudah mendapatkan notifikasi artinya beliau bisa dikatakan bisa untuk divaksin. Sebab, sebelum pelaksanaan ada assessment yang dilakukan dulu. Tapi besok akan tetap kita cek kembali kesehatannya secara langsung,” katanya.

Ia mengatakan, setelah pelaksanaan vaksinasi dapat menjadi jawaban terhadap penyebaran kasus Covid-19. Namun, tentunya harus tetap diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan.

“Selesai divaksin bukan berarti lalu bebas tidak pakai masker dan protokol kesehatan diabaikan. Semua Protokol Kesehatan harus tetap dijalankan,” katanya. (Iya).

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.