Terjaring Razia Pol PP Puluhan Pelajar SMA Dikembalikan ke Sekolah

Pelajar saat diberi hukuman setelah terjaring razia berada di tempat bilyar di jam sekolah.

Muratara, Sumselupdate.com – Razia saat jam belajar sedang berlangsung sangat efektif untuk menertibkan pelajar yang sering bolos sekolah. Terbukti, saat Sat Pol PP melakukan razia di tempat-tempat permainan, berhasil mengamankan puluhan pelajar SMA yang lagi asyik main bilyar.

Kasat Satpol-PP H Haidir Kelingi, menjelaskan razia dilakukan dalam upaya untuk menertibkan para siswa yang suka bolos pada saat jam belajar berlangsung.

Bacaan Lainnya

Razia dilakukan dengan menyisiri tempat permainan seperti Billyar. Di tempat permainan itulah didapat puluhan pelajar SMA Negeri Rupit yang sedang asyik main Billyar.

“Puluhan siswa yang terjaring razia dan siswa tersebut merupakan anak SMA Negeri Rupit, Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara,” ungkapnya, Selasa (9/1/2018) kemarin.

Dia menjelaskan puluhan siswa tersebut langsung diamankan. Kemudian siswa langsung diserahkan ke sekolah masing-masing.

“Kita langsung serahkan siswa itu ke sekolahnya dan di hadapan para guru, diberikan hukuman dengan tujuan supaya anak ini tidak mengulanginya lagi pada saat jam belajar berlangsung,” jelasnya.

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat‎ khusus yang memiliki usaha yang berhubungan dengan generasi muda dan disukai oleh anak-anak yang masih berstatus pelajar, agar turut membina dengan tidak melayani anak-anak usia wajib belajar 12 tahun.

“Kita meminta supaya masyarakat yang memiliki usaha permainan, untuk tidak melayani anak-anak yang masih berstatus pelajar dan apalagi menggunakan baju seragam serta pada jam belajar,”pintanya.

Ia menambahkan, pihaknya terus upayakan kepedulian terhadap generasi penerus, walaupun itu dirasakan pahit atau merasa bukan bagian dari tanggung jawab.

“Kita isi Kabupaten Muratara dengan membangun kebersamaan dalam mewujudkan apa yang sudah menjadi visi dan misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara,” katanya.

Menurutnya, untuk membina generasi penerus bukan semata-mata menjadi tanggungjawab pemerintah. Namun, selaku orang tua baik secara langsung maupun tidak langsung tentunya ada rasa tanggungjawan moral yang patut diwarisi kepada bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Menjaga generasi muda bukan tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi yang paling berperan penting itu adalah orang tua,” pungkasnya. (Ain)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.