Tahun 2020, Pelaksanaan Akad Nikah di OKU Turun 11 Persen

Kasi Bimas Islam Kemenag OKU H M Ali

Laporan Armiziwadi

Baturaja, sumselupdate.com – Adanya pandemi Covid-19 membuat jumlah pernikahan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan di tahun 2020 turun.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten OKU H Ishak Putih, melalui Kasi Bimas Islam H M Ali mengatakan, masyarakat yang melaksanakan akad nikah di tahun 2020 sebanyak 2553 pasang. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun 2019.

“Tahun 2020 yang melaksanakan akad nikah sebanyak 2553 pasang yang terdiri dari 555 pasang melaksanakan nikah di kantor, isbat 41 pasang, nikah di luar kantor (di rumah) sebanyak 1957 pasang,” jelas Ali.

Sementara di tahun 2019, jumlah masyarakat yang melaksanakan akad nikah sebanyak 2841 pasang.

Menurunnya masyarakat melakukan akad nikah ini, ungkaonya, ditenggarai akibat dua faktor.

Faktor pertama, urainya ialah syarat usia yang bisa melaksanakan akad nikah harus berusia 19 tahun ke atas, sesuai dengan undang-undang nomor 16 tahun 2019 yang merupakan perubahan undang-undang nomor 1 tahun 1974.

Kedua, tambahnya, karena pengaruh covid 19, sehingga ada penundaan pernikahan, kerena turunnya ekonomi dan juga banyak hal lain akibat dari covid 19 tadi.

“Kalau melihat dari jumlah tahun 2019 dengan tahun 2020 penurunan pelaksanan akad nikah sekitar 11 persen di kabupaten OKU,” terangnya.

Penurunan ini, sebutnya, bukan hanya di OKU saja. Manurut data yang ada di Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, angka pelaksanaan akad nikah juga mengalami penurunan 12 persen.

“Artinya setiap kabupaten yang ada di semsel ini semuanya mengalami penurunan,” pungkas Ali.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.