Susuri Bukit Barisan Hingga Tujuh Jam, Polisi Temukan Ladang Ganja Seluas 1,5 Hektar di Empat Lawang

Tim gabungan Satreskrim dan Satresnarkoba Polres Empat Lawang mengamankan 1,5 hektar ladang ganja di kawasan perbukitan daerah Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Jumat (29/10/2021) pagi.

Laporan: Mutaqim Alparisi

Tebing Tinggi, Sumselupdate.com – Tim gabungan Satreskrim dan Satresnarkoba Polres Empat Lawang yang berhasil mengamankan 1,5 hektar ladang ganja di kawasan perbukitan daerah Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Jumat (29/10/2021) sekitar pukul 06.00 WIB lalu, harus berjuang keras menuju lokasi.

Read More

Tim gabungan harus menempuh perjalanan hampir tujuh jam dengan menyusuri Bukit Barisan. Sampai di lokasi kebun kopi yang di tengahnya ada ladang ganja, petugas mengamankan dua pelaku yang diduga pemilik kebun, yakni ayah dan anak Hadi Subroto (37) dan BT (17), warga Desa Karang Gede, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang.

Informasi dihimpun Sumselupdate.com penggrebekan itu berawal dari informasi dari masyarakat. Lalu Tim bergerak dan melakukan perjalanan dengan medan yang cukup sulit sampai menempuh tujuh jam perjalanan ke lokasi Talang Cugung Meranti, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang.

Di tempat perkara tim mendapati ladang ganja di antara kebun kopi di perkebunan warga yang berada di areal bukit barisan.

Di lokasi aparat penegak hukum menemukan ratusan tanaman ganja dengan ketinggian sekitar setengah meter.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Patria Yudha Rahardian SIK melalui Wakapolres Empat Lawang Kompol Hendri mengungkapkan terungkapnya kebun kopi yang diselingi tanaman ganja ini, setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat.

“Tersangka dijerat pasal 111 dan 114 UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup,” katanya, Selasa (2/11/2021).

Untuk diketahui, selain menemukan sekitar 200 batang ganja, polisi juga menemukan 12 bibit ganja yang masih di dalam media pembibitan.

Kepada polisi, tersangka Hadi Subroto mengaku sudah pernah memanen ganja dan dijual ke seseorang di Provinsi Bengkulu dengan harga Rp1,5 juta per kilogramnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.