Skema Asuransi Satu Juta Nelayan Hanya Untuk Nelayan Tradisional

Aktivitas nelayan tradisional (foto: litbangkkp.go.id)

Jakarta, Sumselupdate.com– Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, menegaskan skema asuransi untuk satu juta nelayan di Indonesia hanya berlaku bagi nelayan tradisional. Artinya, skema asuransi tersebut bukan untuk Anak Buah Kapal (ABK).

“Yang kita asuransikan itu nelayan, bukan ABK,” kata Susi Pudjiastuti di Kantor Kementerian KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, (1/8).

Bacaan Lainnya

Meski memiliki risiko yang hampir sama, menurut Susi, ABK kapal besar adalah tanggungjawab perusahaan pemilik kapal. Untuk itu, ia mendorong perusahaan pemilik kapal besar yang memiliki ABK segera memastikan asuransi untuk para pekerjanya.

“Kalau ABK ada BPJS  atau asuransi lainnya yang harus ditanggung perusahaan tempat mereka bekerja,” kata Susi.

Diketahui, pada hari yang sama, Kementerian KKP telah menentukan skema asuransi atau santunan untuk satu juta nelayan di Indonesia. Total dana asuransi ini sebesar Rp175 miliar.

Ada dua kategori dalam skema asuransi tersebut. Pertama, asuransi bagi nelayan yang sedang melaut atau menjalankan aktivitas sebagai nelayan. Kedua, asuransi bagi nelayan yang sedang tidak melaut atau sedang tidak menjalankan aktivitasnya sebagai nelayan.

Bagi nelayan yang mengalami kecelakaan ketika sedang melaut, apabila menyebabkan kematian akan mendapat santunan sebesar Rp200 juta, cacat tetap Rp100 juta dan untuk biaya pengobatan Rp20 juta.

Sementara itu, skema santunan untuk nelayan yang mengalami kecelakaan di luar aktivitas penangkapan ikan (sedang tidak melaut), akan mendapat santunan sebesar Rp160 juta untuk nelayan yang meninggal dunia, cacat tetap Rp100 juta dan untuk biaya pengobatan sebesar Rp20 juta

“Jadi, skema asuransi nelayan sudah firm. Sore ini review dokumen penawaran dan besok kami akan umumkan pemenang tendernya,” kata Susi. (shn)

PDIP

PKB

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.