Sidang Perdana Pembunuhan Adik Bupati Muratara, Keluarga Korban Penuhi Ruang Sidang

Penulis: - Rabu, 3 Januari 2024
Keluarga dan kerabat korban maupun keluarga terdakwa memenuhi ruang sidang untuk menyaksikan langsung sidang perdana kasus pembunuhan adik kandung Bupati Muratara Devi Suhartoni yakni Muhamad Abadi oleh dua terdakwa Arwan dan Ariansyah, Rabu (3/1/2024).

Palembang, Sumselupdate.com – Pengadilan Negeri (PN) Palembang menggelar sidang perdana kasus pembunuhan adik kandung Bupati Muratara Devi Suhartoni yakni Muhamad Abadi oleh dua terdakwa Arwan dan Ariansyah, Rabu (3/1/2024).

Dalam sidang perdana ini terlihat sejumlah keluarga dan kerabat korban maupun keluarga terdakwa memenuhi ruang sidang untuk menyaksikan langsung sidang perdana.

Bacaan Lainnya

Terlihat juga puluhan aparat kepolisian Polrestabes dan petugas Kejari Palembang mengawal sidang pembunuhan adik Bupati Muratara.

Dalam sidang yang diketuai Hakim Eddy Saputra Pahlawi, SH, MH, JPU Kejati Sumsel, membacakan dakwaan untuk dua terdakwa.

Dalam dakwaannya JPU mendakwa kedua terdakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Baca Juga: Begini Tampang Wajah Dua Pelaku yang Tewaskan Adik Bupati Muratara!

Diberitakan sebelumnya, peristiwa pembacokan itu terjadi pada Selasa (5/9/2023) sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Peristiwa ini bermula ada pertemuan antara warga dan salah satu investor di salah satu rumah. Saat berlangsung pertemuan, Arwandi pun masuk ke rumah tersebut.

Namun ketika masuk, Arwan ditegur oleh korban, bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan internal.

Karena tersinggung dengan ucapan korban, Arwandi pulang ke rumah untuk mengambil parang dan datang kembali ke lokasi lalu melakukan pembacokan ke korban dan satu orang lainnya bernama Deki.

Baca Juga: Ada 29 Adegan Dalam Rekonstruksi Penyerangan Hingga Tewas Adik Bupati Muratara

Setelah melakukan pembacokan, pelaku melarikan diri, sedangkan korban langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Nahas, nyawanya tak tertolong setelah mendapatkan luka bacok di kepala dan wajahnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.