Satu dari Lima Pelaku Penembak Mati Karyawan PT Pinago Utama Ditangkap, Ini Kronologis Perampokan Sadis Itu

Salah seorang tersangka curas di Babat Toman, Panji (19) saat diamankan petugas.

Sekayu, Sumselupdate.com – Tim Gabungan Jatanras Polda Sumsel, Sat Reskrim Polres Muba, dan Polsek Babat Toman berhasil mengamankan satu dari lima pelaku perampokan sadis yang mangakibatkan dua korbannya meregang nyawa.

Tersangka adalah Panji Rahmat Akbar (19). Dia merupakan satu dari lima pelaku perampokan yang menembak mati dua karyawan PT Pinago Utama di Desa Sugi Waras, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Muba pada 21 September 2019 lalu.

Bacaan Lainnya

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIK melalui Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin, SH, MH mengatakan, tersangka Panji Rahmat Akbar  telah diantar oleh pihak keluarganya pada Minggu (29/9/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Menurut Kapolsek, penangkapan Panji Rahmat Akbar hasil pengembangan dari penangkapan tersangka penadah hasil perampokan. Kedua tersangka adalah Nazirin (31) dan Andodi (31), warga Desa Muara Punjung, Babat Toman.

Keduanya disergap tim gabungan Jatanras Polda Sumsel dipimpin AKP Robi Sugara, SH, Kasat Reskrim Polres Muba AKP Deli Haris, SH, MH, dan Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin, saat melintas di Jalan Sekayu-Lubuklinggau Desa Ulak Tebarau pada Sabtu, 28 September sekitar pukul 15.30.

Dalam penyergapan itu, tim gabungan berhasil mengamankan satu unit handphone merek Nokia tipe 1178 warna hitam milik korban Sayuti.

Dikatakan Kapolsek, dari hasil pemeriksaan dari kedua penadah tersebut jika barang-barang yang mereka beli merupakan hasil curas yang dilakukan tersangka Panji Rahmat Akbar dan keempat rekannya, yakni tersangka berinisial A (DPO), S (DPO), A (DPO), dan R (DPO).

Dari pengakuan tersangka Panji Rahmat Akbar dirinya mengakui melakukan perampokan bersama empat  rekannya di base camp Divisi 1 Blok C 27 PT Pinago Utama di Desa Sugi Waras, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Muba.

Menurut Panji, dirinya diajak oleh pelaku berinisial R untuk melakukan perampokan disertai penembakan hingga kedua korban tewas.

Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polsek Babat Toman guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Terhadap pelaku Nazirin (31) diterapkan pasal 480 KUHP sementara untuk pelaku Panji (19) akan kita terapkan pasal 365 KUHPidana,“ tandas Kapolsek.

Kasus perampokan sadis ini terjadi pada Sabtu, 21 September 2019 sekitar pukul 02.30 WIB di base camp Divisi 1 Blok C 27 PT Pinago Utama.

Akibat perampokan itu, mengakibatkan dua karyawan PT Pinago Utama meregang nyawa terkena tembakan senpira dari para pelaku.

Kedua korban meninggal dunia atas nama Yulius Patra Kurniawan (35) dan Tarmidzi (35). Sementara karyawan lainnya bernama Sayuti (61) mengalami penganiayaan ringan. Ketiganya merupakan warga Desa Rantau Sialang, Kecamatan Sungai Keruh.

Saat kejadian, kelima pelaku membawa tiga pucuk senpira laras panjang dan satu pucuk senpira laras pendek mendatangi base camp tempat tinggal korban.

Di mana para korban sedang membangun jembatan milik PT Pinago Utama di Desa Sugi Waras, Kecamatan Babat Toman.

Setibanya di TKP para pelaku langsung menembak korban Yulius dan Tarmizi yang sedang tidur.

Kemudian menembak korban Sayuti. Namun beruntung senjata api itu tidak meledak.

Kemudian, para pelaku mengikat korban Sayuti sembari menanyakan kunci sepeda motor dan uang. Setelah barang berharga didapat, para pelaku meninggalkan TKP dengan membawa sepeda motor, telepon genggam, dan dompet milik korban dengan kerugian ditaksir Rp30 juta rupiah.

Berselang sepekan dari kejadian tepatnya pada Sabtu, 28 September, tim gabungan berhasil meringkus dua penadah hasil kejahatan ini. (est)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.