Salah Seorang Pelaku Bom Bunuh Diri di Arab Saudi Diduga Warga Inggris Raya

Petugas keamanan menjaga ketat Masjidil Haram pasca-ledakan bom bunuh diri di tiga kota besar Arab Saudi. (liputan6.com)

Jeddah, Sumselupdate.com  –Arab Saudi diguncang serangkaian insiden bom bunuh diri pada Senin (4/7) waktu setempat. Bom pertama meledak di dekat kantor Konsulat Amerika Serikat (AS) di Jeddah pada pukul 02.15 waktu setempat.

Itu merupakan bom bunuh diri yang berhasil digagalkan sehingga tidak membuat korban jiwa. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Mayjen Mansour Al-Turki, mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Jeddah tersebut teridentifikasi sebagai warga negara Inggris Raya.

Bacaan Lainnya

Pelaku diperkirakan berusia 30 tahun. Demikian dilansir republika.co.id dari Arab News, Selasa (5/7). Adapun rangkaian insiden ledakan bom berikutnya terjadi di Qatif dan Madinah ketika masuk waktu berbuka puasa, Senin (4/7).

Di Madinah, bom bunuh diri meledak di sekitar pos polisi di luar Masjid Nabawi. Empat petugas kepolisian dan dua warga sipil dilaporkan tewas.

Sumber Arab News melaporkan, pelaku bom bunuh diri sempat menyambangi pos polisi itu untuk minta ikut berbuka puasa bersama. Saat itu, sejumlah aparat keamanan memang sedang menikmati santap buka puasa dan menyilakannya bergabung.

Begitu mendekat, pelaku segera meledakkan diri. Kini, area Masjid Nabawi dijaga ketat aparat keamanan. Jamaah belum diperkenankan untuk masuk atau keluar dari lokasi.

Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman telah menyambangi lokasi bekas kejadian. Ia juga mengunjungi korban di RS Al Ansar.

Adapun di Qatif, dua bom bunuh diri meledak di luar Masjid Faraj Al-Omran. Belum ada laporan mengenai korban jiwa. Insiden Qatif ini disebabkan tiga pelaku bom bunuh diri.

Bom bunuh diri di tiga kota di Arab Saudi, diduga kuta serangan terkoordinasi. Dilansir dari Newsweek, Selasa (5/7), kekacauan yang terjadi akibat ledakan tersebut mengincar umat Islam yang bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Terkait dengan ledakan tersebut, Masjidil Haram dijaga ketat. Hal itu dikemukakan oleh seorang WNI Erwin Renaldi yang tengah berada di lokasi menjalankan ibadah umrah.

“Intinya semua penjagaan pintu di Masjid Masjidil Haram ketat. Mau masuk mau keluar dari masjid susah,” ujar Erwin kepada Liputan6, Selasa (5/7).

“Akibatnya, jemaah yang masih di luar Masjidil Haram tak bisa masuk. Polisi juga terlihat di beberapa pusat perbelanjaan seperti Zamzam Tower dan Hyatt yang baru,” tambah Erwin yang tinggal di Melbourne.

Serangan bom bunuh diri ini dipastikan tidak ada WNI yang menjadi korban. “KJRI Jeddah sudah menyampaikan informasi, sejauh ini tidak terdapat korban WNI,” Kata Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi saat dihubungi detikcom, Selasa (5/7) pukul 03.40 WIB. (hyd)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.