Rakuten Tutup Toko di Indonesia

Sabtu, 13 Februari 2016
Rakuten Hengkang dari Indonesia

Jakarta, Sumselupdate.com – Jumat (12/2/2016), sebagian besar konsumen dan subscriber dari ecommerce Rakuten dikejutkan dengan masuknya email pemberitahuan dari brand lapak asal Jepang tersebut. Email itu menyampaikan pemberitahuan bahwa, operasi mereka dalam hal jual-beli, packing hingga penukaran poin akan dilayani paling lambat tanggal 29 Februari Mendatang.

Rakuten memastikan bakal tutup mulai 1 Maret 2016. “Dengan menyesal kami mengumumkan bahwa Rakuten Belanja Online tidak lagi tersedia bagi pelanggan untuk melakukan pembelian per 1 Maret 2016. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Anda selama ini dan kami sangat berharap Anda menikmati berbelanja di Rakuten Belanja Online,” sebut pernyataan resmi Rakuten di situsnya.

“Harap dicatat bahwa semua sisa Rakuten Super Points akan berakhir pada hari ini (12/2/2016). Kami menganjurkan kepada Anda untuk menggunakan Rakuten Super Points Anda sampai dengan tanggal 29 Februari 2016,” lanjutnya.

Namun yang pasti, bagi pelanggan yang sudah terlanjur bertransaksi di Rakuten tak perlu khawatir. Sebab semua pesanan dengan pembayaran terkonfirmasi akan tetap berjalan sesuai pada metode pembayaran dan perkembangan.

“Jika pembayaran Anda telah dikonfirmasi, penjual akan dapat memenuhi pesanan Anda. Jika Anda belum menerima pesanan, silakan hubungi pusat layanan Rakuten Belanja Online,” lanjut e-commerce yang berasal dari Jepang tersebut.

Alasan Penutupan

Rakuten dalam rilis media sebagaimana dikutip dari laman merdeka.com, menyebutkan beberapa alasan strategis mengapa mereka menutup layanan mereka. Pihak Rakuten berambisi mampu mencapai pendapatan 1700 milyar Yen serta 300 milyar Yen untuk pendapatan operasional non-GAAP pada tahun 2020.

Sementara itu, bisnis FinTech diharapkan dapat memberikan kontribusi 120 milyar Yen dari pendapatan operasional non-GAAP pada tahun 2020 karena terus menunjukan pertumbuhan yang kuat serta memperkuat manfaat dari ekosistem Rakuten bagi pengguna.

Terlebih, visi 2020 Rakuten juga menetapkan tonggak untuk kontribusi laba total dari bisnis internasional Rakuten sebelum 2020. Transformasi model bisnis untuk perdagangan elektronik ini akan lebih besar terfokus kepada kepuasan pelanggan dan pengalaman yang berkualitas di Jepang, di mana Rakuten adalah pemimpin pasar; pengembangan model ekosistem di Taiwan; percepatan perdagangan lintas batas di Asia Timur; strategi perdagangan elektronik terbuka yang digawangi oleh Ebates di Amerika Serikat; dan memperkenalkan jasa layanan mobile consumer to consumer (C2C) di seluruh dunia.

Apakah benar ini menjadi sebab utama Rakuten mengundurkan diri dari Indonesia, Malaysia dan Singapura, tidak ada spekulasi berarti. Namun, bagi pasar domestik Indonesia dalam skala kecil dan ekonomi Indonesia secara luas, ini seharusnya menjadi warning bagi pemerintah untuk memperhatikan pertumbuhan ekonomi. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.