Putusan MA Menangkan Ratna Juwita, Warga RT 37 Kelurahan 16 Ulu Palembang Siap Berjuang

Puluhan warga Lorong Perjuangan 4, RT 37, Kelurahan 16 Ulu Palembang resah dan membentangkan spanduk bertulisan tentang mafia tanah di sekitar tanah yang disengketakan.

Palembang, Sumselupdate.com – Mahkamah Agung (MA) mengabulkan putusan Kasasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU atau Pemohon Kasasi), terkait sengketa tanah antara pelapor kasasi Ratna Juwita dan terlapor Tjik Mainunah atas lahan seluas 6.000 meter di lokasi tersebut.

Terkait hal tersebut puluhan warga Lorong Perjuangan 4, RT 37, Kelurahan 16 Ulu Palembang resah dan membentangkan spanduk bertulisan  tentang mafia tanah di sekitar tanah yang disengketakan, Minggu (12/12/2021).

Read More

Toni, salah satu warga mengatakan, pihaknya sangat terkejut atas putusan MA yang mengabulkan kasasi JPU Kejati Sumsel dan pelapor Ratna Juwita.

“Kalau pendapat kami tanah ini kami membeli dari Tjik Maimunah dan kami berusaha membuat sertifikat dan terbitlah, jadi alasan ibu Ratna Juwita yang mengaku tanah ini miliknya, dia ‘kan mengaku tanahnya di 8 Ulu, kami semua di sinikan 16 Ulu,” tegas Toni.

Sementara itu, mantan Ketua RT 37 Hafis (54) mengatakan, ada sekitar 200 warga pemilik lahan yang membeli dari Tjik Maimunah.

“Kami ada sekitar 200 KK dan membeli tahan dari Tjik Maimunah dari tahun 2004. Kami punya bukti SPH, bahkan sebagian sudah ada yang sertifikat,” jelas Hafis, Minggu (12/12/2021).

Ia juga menyampaikan, pihaknya pemilik lahan tidak akan angkat kaki dan membongkar rumah, meski lahan tersebut akan segera dieksekusi.

“Kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan, walau ditakut-takuti pakai aparat.  Dulu mereka pakai aparat saat mau pasang patok, tapi kami halangi dan gagal,” ujarnya.

Dikonfirmasi kuasa hukum Tjik Maimunah, Titis Rahmawati, SH, MH membenarkan adanya puluhan warga yang berkumpul di lokasi lahan tersebut.

“Mereka semua pemilik lahan dan sebagian besar berdomisili di atas lahan itu. Mereka membeli tanah dari Tjik Maimunah,” katanya

Kemarahan warga itu, kata Titis, setelah dikabulkannya kasasi pihak Ratna Juwita oleh MA serta akan melakukan eksekusi atas lahan tersebut.

“Kemarahan warga juga karena ada statement pihak Ratna Juwita, bahwa surat milik Tjik Maimunah palsu, dan warga diminta bongkar rumahnya,” ujarnya.

Titis menjelaskan, bahwa Ratna Juwita membeli tanah pada 2015 dengan BPJB di wilayah 8 Ulu, Palembang. Kemudian mengklaim lahan 6000 meter milik Tjik Maimunah yang berada dalam wilayah 16 Ulu.

“Kita heran, siapa yang memindahkan tanah atau wilayahnya. Kok bisa mereka mengklaim lahan milik orang yang ada di wilayah lain,” ungkap Titis.

“Kami akan perjuangkan hak warga. Memang MA kabulkan kasasi mereka, tapi masih ada upaya hukum lain, PK,” tuturnya.

Sebelumnya Ratna Juwita melalui kuasa hukumnya Dr Razman Arif Nasution, SH mengatakan, dengan dikabulkannya kasasi dan telah berkekuatan hukum tetap, maka tidak akan menghalangi proses eksekusi.

Pihaknya juga memperingati jika ada pihak yang menguasai lahan agar segera meninggalkan lokasi serta membongkar bangunan yang berdiri di atasnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.