Polrestabes Palembang Gagalkan Peredaran 305 Gram Sabu Asal Aceh

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasatres Narkoba, AKBP Siswandi dan Kanit VII Satres Narkoba, Iptu Tohirin menunjukkan barang bukti yang diamankan

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com — Satres Narkoba Polrestabes Palembang berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu yang akan diedarkan di wilayah Palembang.

Bacaan Lainnya

Diketahui tiga tersangka turut diamankan dalam operasi itu, yakni Efran Susandi (34), Wardah Watoniah alias Dinda (28) dan Anggiat Fernando (39) yang semuanya warga Palembang.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat, dan berhasil mengungkap sindikat peredaran sabu antarprovinsi,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasatres Narkoba, AKBP Siswandi dan Kanit VII Satres Narkoba, Iptu Tohirin, Rabu (2/9/2020).

Dikataan Anom ketiga tersangka membawa sabu seberat 305,42 gram asal Aceh yang diserahkan oleh tersangka Anggiat kepada Efran dan Dinda.

“Informasinya, Senin, 31 Agustus 2020 tiga orang ini transaksi sabu di salah satu tempat di Ilir Barat I. Anggota langsung menangkap tersangka Efran dan Dinda. Setelah dilakukan pengembangan, anggota kami menangkap satu tersangka lagi bernama Anggiat,”kata Anom.

Ketiga tersangka pun lalu digelandang ke Mapolrestabes Palembang beserta barang bukti 305,42 gram sabu yang dikemas dalam tiga bungkus berbeda.

Selain sabu, barang bukti lainnya berupa timbangan digital dan beberapa unit handphone yang diduga digunakan untuk transaksi narkoba, juga diamankan polisi.

“Ketiga tersangka dijerat Pasal 132 Ayat 1 Junto Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun ataui seumur hidup,” kata Anom.

Saat dimintai keterangan ketiga tersangka tak banyak bicara

“Dapat upah Rp 600 ribu,” kata Dinda.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.