Petani Semangka di Kecamatan Tanah Abang PALI Terancam Merugi

Kondisi kebun semangka milik petani di PALI.

PALI, Sumselupdate.com – Sejumlah petani semangka di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluh jika tanaman mereka saat ini tumbuh tidak sempurna karena diduga akibat tercemar debu batubara yang berasal dari aktivitas angkutan PT Servo yang melintas tak jauh dari kebun mereka.

Dari keterangan Liku (35) salah satu petani, bahwa tanaman semangka yang telah berumur satu bulan lebih saat ini daunnya banyak menghitam, akibat tertutup debu batubara. “Akibat tertutup debu batubara, banyak tanaman yang menguning dan buah yang keluar kerdil,” ungkap Liku.

Bacaan Lainnya

Keluhan yang sama juga diutarakan Man, petani lainnya bahwa untuk musim tanam kali ini dirinya terancam gagal panen.

“Kami sempat demo karena perusahaan tidak peduli dengan kondisi kami dan debu batubara diperparah dengan adanya stokfield batubara tidak jauh dari kebun kami. Kami harap ada kompensasi dari pihak perusahaan karena kami terancam merugi,” harap Man.

Dirinya juga menyebut bahwa biasanya saat umur tanaman satu bulan lebih, buah semangka yang keluar tumbuh normal serta daun tanaman pun segar dan hijau. “Dalam satu hektare, biasa kami menghasilkan paling sedikit 35 ton, tetapi kalau melihat sekarang, harapan itu sepertinya akan sirna lantaran banyak tanaman menguning dan buahnya banyak yang kerdil,” katanya.

Terpisah, Yayan Suhendri, Humas PT Servo mengatakan, menindaklanjuti keluhan petani dan sempat mengadakan aksi unjuk rasa, pihaknya telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan warga.

“Saat ini kita menunggu tim dari pemerintah yang berkompeten, seperti Dinas LH dan dinas pertanian untuk turun ke lokasi meneliti apakah tanaman petani terdampak adanya aktivitas kita atau akibat kemarau panjang,” kata Yayan.

Diakui Yayan bahwa pihaknya tidak pernah berpangku tangan saat musim kemarau tiba, pasalnya PT Servo secara rutin menyiram jalan untuk mengurangi debu. “Malah saat ini kami melakukan penyiraman secara maksimal, lima kali dalam sehari,” terangnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.