Perkosa Anak dari Rekan Kerja di Dalam Pondok, Warga OKU Timur Diciduk

Tersangka WT saat diamankan di Mapolres OKU Timur.

Laporan Rahmat Agusman

Martapura, Sumselupdate.com – Tergiur dengan kemolekan tubuh dari anak dari rekan kerjanya, WT (48), warga Desa Saung Dadi, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), tega melakukan aksi pemerkosaan.

Bacaan Lainnya

Tersangka WT menggagahi Melati (13), sebut saja demikian namanya, di dalam pondok di  Desa Baturaja Bungin, Kecamatan Bunga Mayang, OKU Timur pada 3 Oktober 2020 sekitar pukul 11.00 WIB.

Buah dari perbuatannya, tersangka WT diringkus jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres OKU Timur di kediamannya tanpa melakukan perlawanan, Selasa (10/11/2020) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa satu pasang pakaian tidur warna hijau, satu helai minishet putih hello kity, satu celana dalam warna ungu, dan satu helai pakaian dalam warna putih milik korban.

Dari interograsi yang dilakukan petugas, tersangka mengakui perbuatannya telah menyetubuhi Melati.

Dari pengakuan pelaku, jika aksi perkosaan itu terjadi pada pada 3 Oktober 2020 sekira pukul 11.00 WIB.

Pada saat kejadian Melati dipaksa melayani nafsu birahinya WT di tengah pondok di desa tersebut. Akibat perbuatan bejat pelaku, Melati merasakan perih pada alat vitalnya.

Barang bukti milik korban diamankan petugas Polres OKU Timur.

“Korban disetubuhi oleh tersangka di tengah pondok di areal perkebunan, tersangka memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya itu, sehingga mengakibatkan sakit pada alat kelaminnya,” terangnya.

Peristiwa malang ini diketahui ibunya yakni AR (43) karena Melati sering mengeluh kesakitan pada alat kelaminnya saat hendak buang air kecil.

Karena curiga, AR memaksa anaknya Melati untuk menceritakan apa yang sebenarnya yang terjadi.

Bak disambar petir di siang bolong, betapa terkejutnya AR setelah mendengar pengakuan dari Melati jika mahkota paling berharga di dalam hidupnya sudah direnggut paksa pelaku.

Tak terima gadisnya telah digagahi WT yang tidak lain rekan kerja suaminya, AR melaporkan kasu ini ke aparat penegak hukum sembari membawa korban ke RSUD Martapura untuk dilakukan visum et revetum.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 81 UU RI Nomor 35 tahun 2014, perubahan UU Nomor 24 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (**)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.