Pembersihan Dusun, Warga Desa Pauh Sedekah Ramo‎

Upacara Sedekah Ramo‎ warga Desa Pauh dan Pauh I.

Muratara, Sumselupdate.comGuna menghidupkan tradisi lama yang sudah hampir punah, masyarakat Desa Pauh dan Pauh I, Kabupaten Muratara melakukan sedekah ramo atau sedekah bersama serta doa bersama.

Tujuannya untuk dijauhkan dari marabahaya, pembersihan dusun dan juga meminta hasil panen yang melimpah serta menjalin silaturahmi antara masyarakat.

Bacaan Lainnya

Untuk acara ini, dulu sering sekali dilakukan masyarakat, namun berjalannya waktu, sedekah ramo ini sudah lama tidak dilakukan. Akan tetapi sekarang sudah mulai dihidupkan kembali, sedangkan untuk pengumpulan dana dilakukan masyarakat secara sukarela.

Yang menghadiri acara tersebut Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni, Anggota DPRD Arjuna Jipri, Dodoi Kana, Asisten I, Kepala SKPD, Camat, Tokoh Masyarakat, tokoh agama dan ribuan masyarakat desa Pauh dan Pauh I.

Ketua Pelaksana H Hajar menyampaikan acara ini sangat luar biasa sebab dihadiri oleh Wakil Bupati, kemudian acara tersebut atas usulan dari masyarakat karena sudah lama tidak melakukan sedekah ramo.

Tujuannya untuk keselamatan dan juga kesehatan khususnya untuk masyarakat Desa Pauh dan Pauh I dan umumnya untuk masyarakat Kabupaten Muratara.‎

“Kegiatan ini atas usulan masyarakat dan begitu juga dengan suksesnya penyelengaraan sedekah ramo dilakukan secara bersama-sama termasuk pendanaan,” ujarnya.‎

Kades Pauh I Juherman mengatakan mengingat sedekah ramo sudah lama tidak dilakukan, maka dari itu masyarakat kedua desa memiliki ide yang sama dengan tujuan untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah serta meminta hasil panen berlimpah.

Karena tidak lama lagi masyarakat akan melakukan bercocok tanam padi. “‎Pembersihan dusun dan juga menjalin silaturahmi antara masyarakat Desa Pauh dan Pauh I,” tuturnya.

Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni menuturkan sangat bangga sekali karena tradisi lama dihidupkan kembali, sebab dulu itu hampir setiap tahun dilakukan.‎

“Harapan kita tradisi lama ini jangan sampai punah dan harus dihidupkan kembali, sebab selain untuk melakukan doa bersama, juga bisa menjalin silaturahmi antara kedua desa. Karena dengan kesibukan masing-masing tentunya susah untuk bertemu,” harapnya.

Ia mengatakan dulu pernah berjanji akan memberikan bantuan benih padi, namun masyarakat harus bersabar karena masih sedang proses. “Kita minta masyarakat benih nantinya jangan digiling menjadi beras dan harus benar-benar ditanam supaya bisa mendapat hasil yang banyak,” pintanya. (ain)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.