PAD Kota Pagaralam dari Restribusi Parkir Minim, Ini Penyebabnya

Seorang juru parkir di Kota Pagaralam tengah bekerja menyusun kendaraan roda dua biar rapi.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan dari retribusi parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) parkir masih sangat kecil dan belum maksimal, bahkan disinyalir lebih banyak masuk ke kantong pihak ketiga.

Read More

Untuk tahun 2022 UPTD membandrol diangka Rp26,5 juta per bulan atau Rp316 juta per tahun.

Artinya retribusi parkir Dishub hanya akan berkontribusi sebesar 0,6 persen terhadap PAD Kota Pagaralam tahun 2022 yang digadangkan sebesar Rp51.896.297.500.

Di mana pada tahun 2021 Pemkot Pagaralam menargetkan PAD sebesar Rp55.700.000.000 dengan realisasi Rp50.464.618.783.  Di mana Rp3.996.600.000 di antaranya merupakan kontribusi dari retribusi daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pagaralam Novy Endri, ST, MM melalui Kepala UPTD Parkir Riko saat dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (12/5/2022), menjelaskan pihaknya sudah bekerja secara maksimal dalam mengelola perparkiran bersama pihak ketiga di Kota Pagaralam, sehingga pendapatan terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Untuk tahun 2022 (UPTD Parkir) sepakat bersama pihak ketiga yang kita tunjuk langsung mematok setoran sebesar Rp26,5 juta per bulan atau Rp316 juta per tahun, untuk semua titik parkir di bawah kewenangan Dishub,” jelas Riko.

Masih menurut dia, jika dibandingkan tahun 2021 terjadi peningkatan target pendapatan untuk tahun 2022, meski dirinya tidak merinci berapa persen peningkatan tersebut.

Ironisnya, Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Pagaralam tidak dapat menjelaskan dasar penetapan nilai Rp316 juta per tahun terhadap pihak ketiga.

Salah satu titik parkir di Kota Pagaralam, Sumsel.

Apakah sudah dilakukan ‘Uji Petik’ terbaru atau belum, mengingat Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam telah menyatakan pertumbuhan ekonomi terus meningkat, tentunya hal ini juga akan berpengaruh terhadap peningkatan retribusi parkir.

“Jika dibandingkan tahun sebelumnya sekarang ada peningkatan dan untuk dasar penetapan kontrak di angka Rp316 juta terhadap pihak ketiga, saya kurang paham dan kami belum melakukan uji petik,” tambahnya.

Pantauan Sumselupdate.com di beberapa titik parkir di seputaran Kota Pagaralam, baik di pasar maupun tempat-tempat lain, tidak ditemukan fasilitas pendukung kenyamanan pengguna perparkiran.

Fasilitas pendukung itu, tidak adanya kertas kardus penutup kendaraan bermotor roda dua maupun tanda bukti retribusi parkir.

Hasil penelusuran terhadap beberapa juru parkir) dan pemilik toko di seputar pasar Kota Pagaralam yang terkena retribusi parkir khusus, diperoleh angka setoran bervariasi.

Seperti juru parkir harian, setoran dipatok dari mulai Rp50 ribu sampai Rp200 ribu per hari dimulai dari pukul 08.00 Wib sampai pukul 18.00 Wib.

Sementara untuk parkir khusus toko yang memiliki armada dibandrol Rp150 ribu per bulan.

“Di seputaran pasar ini ada puluhan juru parkir dengan setoran bervariasi per hari, mulai dari Rp50 ribu sampai Rp200 ribu yang disetor ke pengelola parkir dan untuk malam hari beda lagi.

“Kalau untuk fasilitas ya ini, rompi parkir dan kardus bekas untuk penutup jok motor dan kaca mobil,” terang salah seorang juru parkir di kawasan pasar yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, salah satu pemilik toko yang terkena retribusi parkir khusus di kawasan pasar menuturkan, tidak semua toko di pasar dipungut retribusi parkir khusus. Hanya yang memiliki kendaraan saja.

“Saya ‘kan memiliki kendaraan, jadi saya dikenakan Rp150 ribu per bulan,” tuturnya.

Sebagai catatan, retribusi parkir sebagai salah satu sumber PAD di Kota Pagaralam, bukan hanya yang dikelola oleh UPTD Parkir Dishub, masih ada retribusi parkir kawasan wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan retribusi parkir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah.

Namun saat dikonfirmasi ke pihak terkait besaran retribusi yang disetor ke kas daerah, belum ada jawaban. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.