Muba Bersiap Sebagai Ibukota Dunia Energi Terbarukan

Bupati Muba Dodi Reza Alex.

Palembang, Sumselupdate.com – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) eksis sebagai daerah di Indonesia yang menginisiasi Energi Baru Terbarukan (EBT). Kabupaten  yang  mengelola kelapa sawit menjadi bensin ini terus menyedot perhatian banyak pihak.

Di bawah kepemimpinan Bupati Dodi Reza Alex Noerdin, Muba juga menggandeng Founder and Chairman MarkPlus Inc. Hermawan Kartajaya memproyeksikan  Muba tahun 2030  menjadi Ibu Kota Dunia Energi Berkelanjutan (World Capital Of Sustainable Energy). Muba menggandeng Pertamina untuk kilangisasi.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kita sudah bicara EBT, beruntunglah daerah yang sudah menginisiasi EBT dari sekarang,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) yang juga Gubernur Jawa Barat, Dr HC Ridwan Kamil ST MUD di sela Rapat Kerja Nasional dan Sosialisasi Hasil Migas Munas IV

Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) bertajuk Penguatan Daerah Melalui Regulasi dan Dukungan APBN dalam Percepatan Kemandirian Energi Negeri di Era Transisi’.  Acara digelar di Hotel Wyndham Opi Palembang, Kamis (3/6/2021).

Ridwan Kamil  mengucapkan, terima kasih kepada Pertamina di Palembang yang akan menyediakan kilang untuk menampung B100 pengolahan kelapa sawit menjadi bensin yang salah satunya dari Musi Banyuasin.

“Saat ini trend-nya sudah berubah, mari terus kita gencarkan EBT ini,” ucapnya.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, yang juga Wakil Ketua ADPMET menyebutkan Muba akan terus maksimal dalam realisasi EBT.

“Biofuel atau pengolahan kelapa sawit menjadi bensin di Muba ini adalah bagian dari komitmen  mendorong energi baru terbarukan (EBT) berdasarkan potensi daerah, dan Muba sudah melaksanakan ini sejak tiga tahun yang lalu,” ungkap Kepala Daerah Inovatif 2020 ini.

Lanjut Dodi, EBT ini merupakan isu seksi di dunia, terlebih berkaitan dengan kedaulatan kelapa sawit di Indonesia serta menangkis serangan kelapa sawit Indonesia yang  diembargo negara luar.

“Usulan kami konkrit, pertama kami berharap agar daerah pengolah dan yang mengusahakan EBT seperti biofuel mendapatkan insentif khusus daerah karena selama ini DBH menimbulkan stagnansi,” bebernya.

Dikatakan Dodi, sejak 2017 pihaknya telah merintis implementasi visi EBT yang dimulai dengan program pilot project replanting atau peremajaan kelapa sawit.

“Ini program pertama di Indonesia yang diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo,” terangnya.

Kemudian, Dodi Reza yang juga Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia ini berharap, EBT harus dimasukkan dalam proyek strategis nasional.

“Kami juga meminta agar daerah yang memiliki banyak sumur tua seperti di Muba diberikan penguatan wewenang untuk mengelola sumur-sumur tua yang selama ini ditambang dengan tidak memenuhi standar keamanan. Tentu ini harus dibekali dengan peraturan yang kuat,” harapnya. (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.